Kapal Nelayan Terbalik di Perairan Kaliantan Lotim, Satu ABK Hilang

Mataram, IDN Times - Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan melakukan operasi pencarian terhadap satu orang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang terbawa arus setelah kapal yang ditumpanginya terbalik di Perairan Kaliantan, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Jumat (6/3/2026).
Informasi kejadian diterima melalui personel Polairud Lombok Timur, Baidullah. Berdasarkan laporan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 17.30 WITA saat kapal dalam perjalanan pulang dari laut Kaliantan menuju Labuan Lombok.
1. Kapal nelayan dihantam gelombang

Kapal dihantam gelombang dari arah belakang hingga kapten kapal tidak dapat mengendalikannya. Akhirnya, kapal terbalik dan semua ABK kapal tenggelam.
Dari lima orang ABK yang berada di atas kapal tersebut, empat orang berhasil selamat, sementara satu orang bernama Amirudin (50) warga asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan masih dalam pencarian.
2. Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian

Koordinator Pos SAR Kayangan Lotim, M. Darwis mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan insiden kapal nelayan tenggelam tersebut. Tim Rescue Pos SAR Kayangan diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.
"Tim diberangkatkan pukul 09.20 WITA menggunakan truck personil dan membawa peralatan SAR air," kata Darwis.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian. Operasi pencarian melibatkan SAR Unit Lombok Timur, Polairud Polres Lombok Timur, Pos AL Lombok Timur, Babinsa Kaliantan, Bhabinkamtibmas Kaliantan, BPBD Lombok Timur, serta masyarakat setempat.
3. Gelombang tinggi 4 meter di perairan NTB hingga 9 Maret

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam enam hari ke depan. Berdasarkan hasil analisis BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok, diprakirakan akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB pada periode 3 hingga 8 Maret 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok Satria Topan Primadi, Selasa (3/3/3026) menjelaskan saat ini, dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas yang signifikan di sekitar wilayah NTB. Beberapa indikator utama penyebab peningkatan potensi cuaca ekstrem, antara lain adanya Bibit Siklon Tropis ‘90s’ di Samudra Hindia sebelah selatan PUlau Jawa dan Bibit Siklon Tropis ‘93s’ di Samudera Hindia sebelah barat Australia.
Faktor lainnya penyebab peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB. Yaitu, aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Low Frequency dan Kelvinbdi wilayah NTB. Kemudian adanya perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB. Selain itu, kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian serta labilitas atmosfer yang kuat yang mendorong pembentukan awan hujan secara massif.
Selain hujan lebat, terdapat pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Topan mengatakan pada 3 – 5 Maret 2025, gelombang dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, dan Samudera Hindia Selatan NTB.
Kemudian gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Perairan Utara Pulau Sumbawa Selat Sape bagian Utara, Selat Sape bag, Selatan, Perairan Utara Pulau Sumbawa.
Sedangkan pada 6 – 9 Maret 2025, gelombang tinggi dengan kategori 2.5 – 4.0 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, Perairan Utara Sumbawa, Perairan Utara Lombok dan Samudera Hindia Selatan NTB. Sementara gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Perairan Selat Sape bagian Utara, Selat Sape bagian Selatan.


















