Obati Rindu Kampung Halaman, Intip Keseruan Halalbihalal Diaspora di Florida

- Komunitas Indonesia di Orlando, Florida menggelar Halalbihalal Idul Fitri 1447 H pada 21 Maret 2026 sebagai ajang melepas rindu dan mempererat silaturahmi antarwarga diaspora.
- Acara berlangsung hangat dengan rangkaian kegiatan religius seperti doa bersama, tilawah Alquran, serta hiburan interaktif untuk anak-anak dan pembagian kado bagi para ibu.
- Konsep potluck menghadirkan beragam hidangan khas Indonesia seperti rendang dan kue tradisional, menjadi simbol kenangan kampung halaman bagi para peserta di perantauan.
Mataram, IDN Times - Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen pulang yang sarat makna bagi banyak orang Indonesia. Namun bagi diaspora yang tinggal jauh dari tanah air, suasana tersebut sering kali hanya bisa dikenang. Kerinduan itu kemudian diwujudkan dalam berbagai cara, salah satunya lewat acara kebersamaan.
Hal itulah yang dilakukan komunitas Indonesia di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Mereka menggelar Halalbihalal dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Tru by Hilton Orlando Westwood dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Acara ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengobati rindu kampung halaman. Sekitar 150 warga Indonesia yang tinggal di Florida turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. Kebersamaan yang tercipta menjadi bukti kuatnya ikatan diaspora meski terpisah jarak ribuan kilometer.
1. Menjadi ruang melepas rindu bersama

Acara Halalbihalal ini diinisiasi oleh empat warga Indonesia yang tinggal di Orlando. Mereka adalah Ervinawati Elalaoui, Elisa Pulukadang, Rebecca Bonnejonne dan Ayuti Ningsih. Inisiatif ini muncul dari keinginan sederhana untuk menghadirkan suasana Lebaran di perantauan.
Dengan konsep potluck, setiap peserta membawa makanan khas masing-masing. Hal ini membuat acara terasa lebih personal dan penuh warna. Selain itu, kebersamaan yang terjalin terasa lebih erat karena semua berkontribusi.
Tidak hanya sekadar makan bersama, acara ini juga menjadi ajang temu kangen. Banyak peserta yang sudah lama tidak bertemu, bahkan baru saling mengenal di negeri orang. Momentum Lebaran dimanfaatkan sebagai jembatan untuk memperluas silaturahmi.
“Kami adakan acara ini sebagai bentuk kebersamaan sekaligus melepas rindu. Kami di sini jauh dari keluarga, jadi momen seperti ini sangat berarti untuk berkumpul dengan saudara sebangsa,” ujar Ervinawati Elalaoui atau Vina, warga Lombok yang kini tinggal di Florida.
2. Nuansa religius dan kekeluargaan jadi inti acara

Rangkaian kegiatan dalam acara ini disusun dengan penuh makna. Dimulai dari pembukaan hingga doa bersama, semuanya dilakukan dengan khidmat. Tilawah Alquran dan takbir turut menghidupkan suasana Lebaran di tengah perantauan.
Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan kegiatan interaktif. Anak-anak diajak mengikuti kuis yang menyenangkan sekaligus edukatif. Sementara itu, para ibu mendapatkan kejutan berupa pembagian kado dan amplop THR.
Kombinasi kegiatan religius dan hiburan ini membuat acara terasa lengkap. Semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, dapat menikmati momen tersebut. Hal ini menciptakan suasana yang hangat dan inklusif.
3. Hidangan khas Indonesia jadi pengobat rindu kampung halaman

Salah satu daya tarik utama acara ini adalah aneka hidangan khas Indonesia. Berbagai menu seperti rendang, gado-gado, sambal hati-ampela, hingga sate ayam tersaji di meja. Tidak ketinggalan, kue tradisional seperti lupis dan kue lapis juga menjadi favorit.
Konsep potluck membuat variasi makanan semakin beragam. Setiap orang membawa masakan terbaik mereka, menciptakan pengalaman kuliner yang autentik. Aroma dan cita rasa Indonesia pun terasa begitu dekat meski berada di luar negeri.
Bagi banyak peserta, makanan bukan sekadar santapan. Ia menjadi simbol kenangan akan rumah dan keluarga. Melalui hidangan inilah, suasana kampung halaman seolah hadir kembali.
“Kami juga rindu dengan makanan khas Indonesia. Lewat potluck ini, kami bisa saling berbagi masakan dan merasakan kembali suasana kampung halaman,” ungkap Vina.


















