Utang Rp91,45 Miliar RSUD NTB Akhirnya Lunas

- RSUD NTB berhasil melunasi utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar yang telah menekan keuangan rumah sakit selama bertahun-tahun, membuka jalan menuju tata kelola yang lebih sehat.
- Gubernur NTB menegaskan pelunasan utang harus menjadi momentum memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat merasakan layanan cepat, nyaman, dan manusiawi.
- Manajemen RSUD NTB menyiapkan strategi menjaga kesehatan fiskal melalui pengendalian belanja, percepatan klaim BPJS, serta pengembangan sumber pendapatan baru untuk memperkuat kemandirian rumah sakit.
Mataram, IDN Times - Setelah bertahun-tahun menjadi beban yang ikut menekan ruang gerak pelayanan rumah sakit, utang kontraktual RSUD NTB senilai Rp91,45 miliar akhirnya tuntas diselesaikan. Pelunasan tersebut menjadi titik penting bagi RSUD NTB untuk keluar dari tekanan fiskal sekaligus mulai membangun fondasi baru menuju tata kelola rumah sakit yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Berdasarkan data manajemen RSUD NTB per 6 Mei 2026, total kewajiban utang kontraktual tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp91.445.484.400,83. Proses pelunasan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kewajiban berhasil diselesaikan.
Pada masa direksi sebelumnya, pembayaran utang berhasil dituntaskan sebesar Rp44.766.375.492,17. Sementara pada masa direksi baru saat ini dilakukan percepatan penyelesaian sisa kewajiban sebesar Rp46.679.108.908,66 hanya dalam waktu satu bulan hingga pembayaran mencapai 100 persen.
1. Momentum memulihkan kepercayaan publik

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik mengatakan bahwa Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menekankan agar keberhasilan pelunasan utang itu tidak berhenti sebagai penyelesaian administratif semata. Pelunasan utang RSUD NTB harus menjadi momentum memperkuat tata kelola rumah sakit, memulihkan kepercayaan publik, dan membangun sistem pelayanan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Bapak Gubernur menekankan bahwa setelah persoalan utang diselesaikan, RSUD NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” kata Khalik, Senin (18/5/2026).
2. Titik penting menjaga stabilitas keuangan rumah sakit

Dia menjelaskan pelunasan utang puluhan miliar itu menjadi titik penting menjaga stabilitas keuangan rumah sakit. Karena stabilitas keuangan rumah sakit memiliki hubungan langsung dengan kelancaran pelayanan.
Mulai dari pengadaan alat kesehatan, dukungan operasional, hingga kepastian kerja sama dengan berbagai mitra layanan kesehatan. Dengan tidak ada lagi beban utang, RSUD NTB kini memiliki ruang fiskal yang jauh lebih sehat untuk memperkuat stabilitas operasional, menjaga keberlanjutan pelayanan, serta melakukan pembenahan organisasi secara lebih terukur.
“Kalau utang sudah selesai, maka perlahan kita bangkit. Kita ingin RSUD NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata dia.
3. Siapkan strategi menjaga kondisi fiskal RSUD NTB tetap sehat

Sementara, Direktur RSUD NTB drg. Asrul Sani menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit saat ini mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kondisi fiskal tetap sehat. Strategi yang dilakukan melalui pengendalian belanja, penataan arus kas, percepatan penyelesaian klaim BPJS, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Selain itu, manajemen RSUD NTB juga mulai menyiapkan strategi diversifikasi pendapatan melalui evaluasi kerja sama, appraisal aset, optimalisasi aset yang belum produktif, serta pengembangan berbagai revenue center baru guna memperkuat kemandirian fiskal rumah sakit ke depan.
Dengan fondasi fiskal yang mulai sehat dan tata kelola yang terus diperbaiki, RSUP NTB optimistis dapat tumbuh menjadi institusi layanan kesehatan yang semakin sehat, mandiri, dan berkelanjutan. RSUD NTB perlahan mulai membangun fondasi baru menuju rumah sakit yang lebih sehat, mandiri, dan semakin dipercaya masyarakat.


















