Murka Jalan Kampung Tak Diperbaiki, Warga di Bima Segel Kantor Camat

Bima, IDN Times- Puluhan pemuda yang tergabung dalam Laskar Terpelajar Donggo Soromadi (LTDS) menyegel Kantor Camat Donggo Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (20/8/2022). Langkah ini sebagai bentuk kekecewaan mereka, lantaran jalan di wilayah setempat tak kunjung diperbaiki pemerintah.
"Jalan kami sudah rusak parah bertahun-tahun dan kami lakukan ini sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah," sesal Koordinator Umum, Kur'an Manjaya yang dikonfirmasi Sabtu (20/8/2022).
1. Blokade jalan hingga berujung ricuh

Tangkapan layar saat massa aksi saling dorong dengan sejumlah anggota Pol PP. (Dok/Istimewa) Pada video yang beredar, selain menyegel gerbang masuk Kantor Camat Donggo, mereka juga sempat melakukan blokade jalan yang berujung ricuh. Kericuhan bermula saat sejumlah anggota Pol PP dan polisi berusaha membuang bongkahan kayu yang digunakan massa untuk menutup jalan.
Tidak terima dengan tindakan tersebut, massa aksi kemudian mencoba menghalau. Aksi saling dorong di antara mereka pun tak terelakkan, hingga berujung ricuh dan saling kejar-kejaran.
2. Kapolsek bantah aksi berlangsung ricuh

Wartakota Tribunnews Kapolsek Donggo Iptu Nazarudin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan pihaknya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan jalannya aksi.
"Gak ada kericuhan. Iya biasa lah kalau saling dorong, karena banyak orang di lokasi," jelas dia saat dikonfirmasi via Hp, Sabtu (20/8/2022).
Aksi penyegelan Kantor Camat yang dilakukan massa aksi tidak berlangsung lama. Mereka membuka segel, setelah dilakukan upaya persuasif dan dijanjikan audensi dengan anggota DPRD perwakilan wilayah setempat.
"Aksi mereka gak berlangsung lama, setelah kita lakukan negosiasi," terangnya.
3. DPRD janjikan perbaiki jalan tahun 2022 ini

Ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Ervan Masbanjar) Setelah disepakati, audiensi pun digelar di Aula Kantor Camat. Di hadapan tiga anggota DPRD dan Camat Donggo, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntunan. Satu di antaranya mereka meminta agar jalan yang rusak segera diperbaiki.
Merespon tuntutan mereka, tiga anggota DPRD dengan kompak menjanjikan. Akan berkoordinasi lebih lanjut ke Pemda Bima, dengan tetap mengupayakan perbaiki jalan melalui anggaran perubahan tahun 2022 ini.
"Janji mereka akan perbaiki titik jalan yang rusak dan berlubang dulu untuk tahun ini," tandas dia mengutip keterangan anggota DPRD.
Sebagai informasi, massa aksi beberapa hari lalu sempat memblokade jalan hingga menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan yang rusak dan berlubang. Tidak hanya tanam pisang, mereka bahkan memajang foto Bupati dan Wakil Bupati Bima hingga sejumlah anggota DPRD perwakilan wilayah setempat.
Mereka mengklaim, kerusakan jalan yang dialaminya bertahun-tahun adalah ulah dari pimpinan daerah dan DPRD. Para penguasa dinilai tidak pro terhadap kepentingan masyarakat kecil, sehingga jalan dibiarkan rusak begitu saja.





















