Sempat Diajak Salat Subuh, Perempuan 55 Tahun Ditemukan Gantung Diri 

Korban alami gangguan jiwa

Lombok Tengah, IDN Times - Seorang perempuan inisial B (55) asal Dusun Berembeng Bat Daye Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah ditemukan gantung diri di ruang isolasi ukuran 2×2,5 meter.

Korban yang sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa ini ditemukan tewas gantung diri di kamarnya. Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh keluarganya.

1. Polisi lakukan olah TKP

Sempat Diajak Salat Subuh, Perempuan 55 Tahun Ditemukan Gantung Diri Polisi turun melakukan olah TKP (Dok. Polres Lombok Tengah)

Polsek Jonggat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus gantung diri tersebut pada Senin (28/3/ 2022) pukul 09.00 WITA. Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Jonggat IPTU Bambang Sutrisno membenarkan peristiwa tersebut.

Pada pukul 05.00 WITA, seorang saksi bernama Sopiah mengecek dan berencana mengajak korban bersama-sama salat subuh. Tetapi dia melihat korban di kamarnya masih dalam keadaan tertidur.

Baca Juga: Belasan Pejabat NTB Kena Tegur Karena Gak Lapor Harta Kekayaan ke KPK

2. Korban tergantung di plafon kamar tidur

Sempat Diajak Salat Subuh, Perempuan 55 Tahun Ditemukan Gantung Diri Lokasi korban gantung diri (Dok. Polres Lombok Tengah)

Pada pukul 09.00 WITA, saksi Sopiah hendak membawakan korban sarapan. Namun saat pintu kamar dibuka, ia kaget melihat korban dalam keadaan tergantung di plafon kamar tidurnya dengan memakai kain sarung berwarna hijau.

Melihat korban dalam keadaan tergantung, Sopiah berteriak minta tolong. Sehingga tetangga sekitar tempat kejadian ramai berdatangan. Kemudian korban diturunkan dibantu oleh warga sekitar.

"Atas kesepakatan keluarga, korban tidak merasa keberatan atas peristiwa tersebut dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah dan menolak dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan membuat surat pernyataan," ungkap Bambang.

3. Korban alami gangguan jiwa

Sempat Diajak Salat Subuh, Perempuan 55 Tahun Ditemukan Gantung Diri halodoc.com

Polisi telah meminta keterangan beberapa saksi. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban sudah mengalami gangguan jiwa kurang lebih 10 tahun.

Selama ini, kata Bambang, korban diisolasi di sebuah kamar berukuran sekitar 2 x 2,5 meter dalam keadaan terkunci. Korban diisolasi di dalam kamar terkunci sebagai antisipasi ketika gangguan jiwanya kambuh karena sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

Selama tiga bulan terakhir, pihak desa sudah tiga kali membawa korban untuk dikontrol kejiwaanya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Kota Mataram. Bagi yang merasa depresi atau merasa memiliki beban yang terlampau berat, bisa menghubungi layanan RSJ Mutiara Sukma pada nomor (0370) 67151.

Baca Juga: Suami di Malaysia, Istri di Lombok Ditangkap Polisi karena Perzinahan

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya