Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mataram akan Bangun Perpustakaan Modern dengan Anggaran Rp11 Miliar

Mataram akan Bangun Perpustakaan Modern dengan Anggaran Rp11 Miliar
Dokumen Pribadi

Mataram, IDN Times - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2023 akan membangun gedung perpustakaan modern berbasis digital. Gedung itu  senilai Rp11 miliar yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

"Pembangunan perpustakaan modern itu kita konsepkan lebih representatif serta menerapkan teknologi digital dalam sistem pelayanan," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram Jemmy Nelwan seperti dikutip dari ANTARA pada Selasa (14/2/2023).

Dikatakan, proses lelang pembangunan perpustakaan modern berbasis digital direncanakan pada bulan Maret dan pembangunan fisik akan dimulai bulan April 2023.

"Sekarang kita sedang siapkan dokumen untuk lelang, dengan anggaran sebesar Rp11 miliar. Anggaran ini bantuan dari Pemerintah Pusat," katanya.

1. Rp10 miliar untuk bangun gedung

Mata uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Mata uang Rupiah (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Menurutnya, bantuan anggaran sebesar Rp11 miliar tersebut terbagi untuk dua kegiatan yakni Rp10 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp1 miliar untuk fasilitas penunjang.

Fasilitas penunjang yang dimaksudkan meliputi pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Rp300 juta, deposit buku Rp200 juta dan pengadaan meubelair Rp500 juta.

"Proses pembangunan perpustakaan Kota Mataram, ditargetkan selama 6-7 bulan ke depan, sehingga akhir tahun 2023 perpustakaan modern kita sudah bisa dikunjungi masyarakat umum," katanya.

2. Pakai lahan milik Pemkot Mataram

Tugu Mataram Metro di bundaran Jempong Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan dilengkapi dengan air mancur. (Foto: ANTARA/Nirkomala)
Tugu Mataram Metro di bundaran Jempong Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan dilengkapi dengan air mancur. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Sementara untuk lahan lokasi pembangunan, Jimmy mengatakan sudah tidak ada persoalan lagi sebab lahan yang akan digunakan merupakan milik Pemkot Mataram dan sudah bersertifikat semua.

"Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan perpustakaan berbasis digital 5.000 meter persegi dan lahan yang tersedia sudah lebih dari itu," katanya.

3. Mudahkan pengunjung mencari buku yang dibutuhkan

ilustrasi menjaga buku tetap bersih (freepik.com/Kroshka__nastya)
ilustrasi menjaga buku tetap bersih (freepik.com/Kroshka__nastya)

Jemmy mengatakan perpustakaan berbasis digital itu nantinya akan memudahkan para pengunjung untuk menemukan buku yang dibutuhkan. Sebab pencairan buku bisa langsung menggunakan fasilitas digital yang disiapkan.

"Pengunjung yang kesulitan mencari buku, bisa mencari dengan menggunakan komputer yang kami siapkan," katanya.

Dia berharap, dengan fasilitas baru yang akan disiapkan tersebut jumlah pengunjung ke perpustakaan Kota Mataram bisa lebih meningkat dari biasanya.

"Pada hari biasa, jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan Kota Mataram dalam sehari rata-rata 30 orang. Tapi kalau ada kunjungan dari sekolah bisa lebih 50 orang," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Uskup Larantuka Doakan Korban Gempa Sulut-Malut: Semoga Diberi Kekuatan

02 Apr 2026, 23:06 WIBNews