Jangan Macam-macam! 3.227 Personel Polisi dan TNI Siaga di NTT selama Paskah

- Polda NTT mengerahkan 3.227 personel gabungan dalam Operasi Semana Santa Turangga 2026 untuk menjaga keamanan perayaan Paskah di seluruh wilayah NTT selama 1–15 April 2026.
- Pengamanan difokuskan pada misa dan pawai keagamaan di 1.113 gereja, termasuk 432 gereja prioritas, dengan dukungan 85 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu di berbagai titik.
- Personel diminta memetakan potensi kerawanan seperti konflik sosial, kejahatan, hingga ancaman bencana alam serta meningkatkan patroli agar masyarakat merasa aman selama perayaan berlangsung.
Kupang, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan 3.227 personel gabungan untuk pengamanan dalam Operasi Semana Santa Turangga 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 15 hari, sejak 1 - 15 April 2026 dalam rangka perayaan Paskah 2026 di seluruh NTT.
Ribuan personel gabungan yang terlibat operasi ini diresmikan oleh Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, Selasa (31/3/2026), di Lapangan Mapolda NTT.
1. Ada pengamanan prioritas

Baskoro menyatakan pengamanan besar-besaran ini untuk memastikan perayaan Paskah 2026 di seluruh wilayah NTT berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ia merinci ada 1.319 personel Polri dan 1.908 personel dari TNI serta instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan ini.
"Dengan total 3.227 personel yang akan difokuskan untuk mengamankan 1.113 gereja di seluruh NTT, termasuk 432 gereja prioritas yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dan jumlah jemaat besar," tandasnya.
Polda NTT bersama jajaran polres mendirikan juga 85 pos dalam operasi tersebut yang di antaranya adalah 38 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu.
"Seluruh pos ini untuk mendukung kelancaran pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.
2. Petakan potensi kerawanan

Pengamanan ini, kata dia, akan difokuskan pada dua agenda utama Paskah yaitu pelaksanaan misa di gereja serta kegiatan perarakan atau pawai keagamaan.
"Baik itu di dalam gereja seperti saat misa hingga di luar gereja seperti prosesi atau pawai yang biasanya melibatkan banyak umat," ungkap dia.
Ia juga mengingatkan kembali agar seluruh personel benar-benar mampu memetakan potensi kerawanan di lapangan agar dapat mempersiapkan pencegahan sejak dini dan harus sangat maksimal.
“Lakukan mapping kerawanan di setiap wilayah, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin. Kehadiran personel harus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah,” tegasnya.
3. Soroti konflik sosial hingga ancaman bencana alam

Ia mengarahkan soal peningkatan patroli di wilayah rawan yang berpotensi terjadi gangguan keamanan, pengamanan swakarsa, sinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain itu, perlu disoroti pula soal konflik sosial, kejahatan konvensional, hingga ancaman bencana alam
"Agar situasi terus kondusif dan personel harus selalu siaga dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi," tegasnya.
Wilayah yang akan melakukan perarakan laut pun akan turut menjadi fokus melalui pemeriksaan seluruh kapal agar memenuhi SOP kelayakan dan tidak melebihi kapasitas muatan.
Apel gelar pasukan ditutup dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan TNI, Polri, dan instansi terkait sebagai simbol dimulainya Operasi Semana Santa Turangga 2026 di wilayah NTT.


















