Penjagaan Ketat, Semana Santa Larantuka akan Diikuti 2,4 Ribu Peziarah

- Semana Santa Larantuka 2026 diikuti sekitar 2,4 ribu peziarah dari dalam dan luar negeri, termasuk peserta lintas agama yang turut berpartisipasi dalam tradisi Katolik berusia lima abad ini.
- Polda NTT menurunkan 985 personel gabungan untuk mengamankan prosesi darat dan laut, dengan pengawasan langsung Kapolda serta imbauan kepatuhan terhadap aturan keselamatan dan lalu lintas.
- Sterilisasi lokasi ibadah dilakukan oleh tim Jibom, sementara rekayasa lalu lintas diterapkan sejak Rabu Trewa guna menjaga kelancaran dan keamanan selama perayaan Semana Santa berlangsung.
Kupang, IDN Times - Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali digelar memperingati masa Paskah tahun ini. Tradisi Agama Katolik yang sudah berlangsung selama 5 abad ini akan diikuti sekitar 2,4 Ribu peziarah yang terdaftar hingga dengan Kamis (2/4/2206).
Prosesi Semana Santa sendiri akan berlangsung di darat dan laut ini dan untuk itu pengamanan telah dilakukan jauh hari. Polda NTT sendiri telah menurunkan 985 personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan khusyuk.
1. Diikuti berbagai umat agama lainnya

Sekretariat Pendataan Peziarah Semana Santa, Randy Diaz mengatakan 2,4 ribu peziarah yang akan mengikuti tradisi peninggalan bangsa Portugis ini berasal dari dalam wilayah NTT hingga luar negeri.
"Jumlahnya lebih banyak perempuan hingga 1.610 orang kemudian 840 laki-laki yang terdaftar. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) ada 2.431 pendaftar dan 21 pendaftar lainnya adalah Warga Negara Asing (WNA)," terangnya, Kamis (2/4/2026).
Umat Katolik yang tercatat mengikuti prosesi Semana Santa sendiri mencapai 2.352 orang. Ia juga mencatat umat agama lain yang turut berpartisipasi dalam prosesi ini.
"Ada 72 umat Kristen Protestan, 19 umat Islam, 6 umat agama Budha, dan 1 umat agama Hindu. Beberapa lainnya tak mencantumkan agama," jelas dia.
2. Pengawalan darat hingga laut

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko juga telah turun langsung meninjau prosesi Semana Santa di Kapela Tuan Ma, Kamis (2/4/2026), bersama Kapolres Flores Timur dan jajaran pejabat utama Polda NTT lainnya.
Ia memeriksa sejumlah kesiapan yang telah dilakukan. Selain itu diimbau agar seluruh masyarakat dan peziarah mematuhi arahan petugas, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas serta aturan keselamatan dalam prosesi laut.
Sebelumnya, ratusan personel telah disiagakan di sejumlah titik penting, mulai dari Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, hingga jalur prosesi darat dan laut.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di area kedatangan seperti bandara dan pelabuhan, mengingat tingginya mobilitas peziarah selama perayaan berlangsung.
Untuk prosesi laut, Ditpolairud Polda NTT turut dikerahkan guna memastikan keselamatan pelayaran, termasuk pemeriksaan kapasitas kapal.
“Semana Santa bukan hanya milik umat Katolik, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Flores Timur. Keterlibatan semua pihak adalah wujud persatuan,” ungkap Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kamis (2/4/2026).
3. Sterilisasi lokasi dan rekayasa lalulintas

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra menyatakan seluruh personel dan sarana pendukung telah disiapkan secara maksimal. Tim penjinak bom (Jibom) juga sudah diturunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi ibadah.
Pengamanan ketat ini melibatkan 985 personel gabungan personel dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga organisasi kepemudaan lintas agama.
Pihaknya juga telah memulai rekayasa lalu lintas sejak Rabu Trewa (1 April 2026) guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.
“Kami memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan Semana Santa 2026,” tegasnya.


















![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)