Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uskup Larantuka Doakan Korban Gempa Sulut-Malut: Semoga Diberi Kekuatan

Uskup Larantuka Doakan Korban Gempa Sulut-Malut: Semoga Diberi Kekuatan
Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro. (Dok Komsos Keuskupan Larantuka)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro mendoakan korban gempa magnitudo 7,3 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara menjelang perayaan Kamis Putih, berharap banyak korban dapat diselamatkan.
  • Badan Geologi melaporkan pusat gempa berada di koordinat 1,21° LU - 126,25° BT dengan kedalaman 18 km serta terjadi dua gempa susulan berkekuatan 5,5 dan 5,2 magnitudo.
  • Gempa memicu tsunami kecil hingga 75 cm di beberapa wilayah pesisir dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa; warga diminta tetap tenang dan menjauhi pantai sementara waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro mendoakan para korban bencana gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026). Doa tersebut ditujukan bagi keselamatan warga serta kekuatan bagi para korban terdampak.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 terjadi pada pagi hari dan terasa kuat hingga Ternate, Manado, Gorontalo, Bone Bolango, serta Gorontalo Utara. Guncangan ini juga sempat memicu tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir di kedua provinsi tersebut.

1. Doakan banyak korban selamat

Screenshot_2026-04-02-18-28-21-425_com.miui.gallery-edit.jpg
Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro doakan korban gempa Sulut dan Malut. (Dok Komsos Keuskupan Larantuka)

Monteiro menyampaikan dukacita mendalamnya ini dalam momentum menjelang perayaan Kamis Putih dalam Tri Hari Suci Paskah di Kota Larantuka.

"Kepada semua saudara yang tertimpa bencana gempa bumi, saya Uskup Larantuka turut berdukacita atas peristiwa bencana alam tersebut," ungkap Uskup Larantuka yang tahbiskan Februari 2026 usai ditunjuk oleh Paus Leo XIV.

Ia mendoakan agar semua korban juga mendapat kekuatan dalam menjalani cobaan ini meneladani ajaran iman Kristiani. Ia juga berharap makin banyak korban yang dapat diselamatkan pasca kejadian ini

"Dan mendoakan semoga semua yang mengalami bencana diberikan kekuatan teristimewa dalam hari-hari kita menjalani hidup iman kita sebagaimana Kristus bersama umat manusia, demikian juga saya mendoakan semoga umat sekalian, saudara saudariku yang tertimpa bencana ini. Semoga banyak jiwa yang diselamatkan dan boleh mendapatkan penanganan yang tepat pada waktunya. Itu harapan saya. Tuhan memberkati," ungkapnya.

2. Ada gempa susulan

Salah satu bangunan rusak terdampak gempa bumi M 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026). (IDN Times/Savi)
Salah satu bangunan rusak terdampak gempa bumi M 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026). (IDN Times/Savi)

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria di Bandung mengatakan pusat gempa ini berada di koordinat 1,21° LU - 126,25° BT dengan kedalaman 18 km. Guncangan ini tercatat di skala III-IV MMI di beberapa pos pengamatan gunung api, bahkan mencapai IV-V MMI di Tangkoko dan Mahawu.

Ia menyebut ada dua gempa susulan. Pertama pukul 06.07.23 WIB dengan magnitudo 5,5 di kedalaman 10 km, dan kedua pukul 06.12.34 WIB dengan magnitudo 5,2 di kedalaman 27 km.

"Jumlah gempa susulan masih berpotensi bertambah,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kamis pagi itu.

3. Picu tsunami kecil

Petugas BMKG memantau aktivitas gempa di Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026). (IDN Times/Savi)
Petugas BMKG memantau aktivitas gempa di Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026). (IDN Times/Savi)

Gempa ini memicu tsunami kecil di beberapa lokasi seperti Minahasa Utara (75 cm), Belang (68 cm), Sidangoli (35 cm), Halmahera Barat (30 cm), Gita (24 cm), Bitung (20 cm), Bumbulan (13 cm).

Gempa ini juga menyebabkan sejumlah kerusakan pada bangunan, korban luka hingga korban jiwa. Laporan detail jumlah korban dan kerusakan masih terus didata oleh tim di lapangan.

Pihaknya pun meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik pasca kejadian ini. Khusus bagi warga di sekitar pantai diminta untuk sementara menjauhi area pesisir hingga dinyatakan aman oleh BPBD.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan petugas BPBD setempat, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan Badan Geologi,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More