Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Hentikan Operasional SPPG karena Penyalahgunaan Mobil MBG

BGN Hentikan Operasional SPPG karena Penyalahgunaan Mobil MBG
Mobil MBG diduga digunakan untuk menjemput tamu di Bandara Internasional Lombok. (dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • BGN Regional NTB menghentikan sementara operasional satu SPPG akibat penyalahgunaan mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya hanya digunakan untuk distribusi makanan bergizi.
  • Eko Prasetyo menegaskan larangan penggunaan mobil MBG di luar tugas resmi, setelah muncul laporan kendaraan dipakai menjemput tamu dan berwisata; masyarakat diminta ikut memantau pelanggaran.
  • Satgas MBG NTB menyebut pembangunan 732 dapur MBG telah mencukupi kebutuhan 1,9 juta penerima manfaat di sepuluh kabupaten/kota, sehingga pembangunan baru dihentikan sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional NTB menghentikan sementara operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) buntut penyalahgunaan mobil Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, BGN Regional NTB mendapatkan satu laporan terkait penyalahgunaan mobil MBG.

"Kemaren ada kasus juga penyalahgunaan mobil MBG kita setop. Intinya kita tegas untuk itu. Baru terlapor dan teridentifikasi satu (SPPG). Kita setop operasional (dapur MBG) sementara kemarin," kata Kepala BGN Regional NTB Eko Prasetyo di Mataram, Selasa (31/3/2026).

1. Dilarang gunakan mobil operasional untuk beli bahan baku, apalagi berwisata

IMG-20260213-WA0045.jpg
Kepala BGN Regional NTB Eko Prasetyo. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Eko menegaskan tidak diperkenankan menggunakan mobil operasional selain untuk distribusi MBG dan mengambil ompreng. Mobil operasional berlogo BGN itu disewa untuk mendistribusikan MBG ke penerima manfaat dan mengambil kembali omprengan.

Untuk itu, dia sudah meminta semua Kepala SPPG untuk menyimpan kunci mobil MBG agar tidak disalahgunakan. "Untuk membeli bahan baku saja dilarang apalagi untuk tamasya atau berwisata," tegasnya.

2. Terima laporan mobil MBG dipakai jemput tamu di bandara hingga berwisata

IMG-20260331-WA0038.jpg
Mobil MBG diduga dipakai berwisata. (dok. Istimewa)

Selain itu, BGN Regional NTB baru menerima laporan terkait mobil MBG yang dipakai menjemput tamu di bandara hingga berwisata. Namun hingga sekarang belum bisa diidentifikasi karena belum ada laporan dari Kepala SPPG serta nomor polisi yang tidak terlihat di video beredar di media sosial.

"Rencana tindak lanjut dari kami di wilayah, akan didata mobil MBG di masing-masing SPPG. Ada kemungkinan penggunaan yang tidak sesuai dan tanpa izin oleh pihak tersebut," kata dia.

Eko meminta peran masyarakat untuk ikut memantau penggunaan mobil MBG. Jika menemukan penyalahgunaan mobil MBG atau seputar program MBG, masyarakat dapat melaporkan ke kanal yang disiapkan melalui WhatsApp 081947971701 dan Instagram @sppgprovinsintb.

"Kita perlu masyarakat langsung memantau juga ketidaksesuaian tersebut, bisa langsung hubungi kanal pelaporan kami," kata Eko.

3. Jumlah dapur MBG dan sasaran penerima manfaat di NTB

IMG_20251125_102714_562.jpg
Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani mengatakan BGN telah menyetop pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTB karena sudah mencukupi. Sebanyak 732 dapur MBG yang ada saat ini dinilai sudah lebih dari cukup untuk men-cover sebanyak 1,9 penerima manfaat yang tersebar pada 10 kabupaten/kota di NTB.

Fathul menyebutkan saat ini sudah ada 732 SPPG yang dibangun di NTB. Jika dikalikan sebanyak 3.000 penerima manfaat per satu SPPG, maka penerima manfaat mencapai 2,1 juta orang. Padahal, jumlah sasaran penerima manfaat MBG di NTB sebanyak 1,9 juta orang.

Data Satgas MBG Provinsi NTB per 1 Februari 2026, program MBG telah menjangkau hampir 1,9 juta orang. Di sektor pendidikan dasar, siswa SD kelas 1 hingga 3 menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 278.009 jiwa, disusul oleh siswa SD kelas 4 hingga 6 sebanyak 266.110 jiwa.

Pada jenjang pendidikan menengah, program ini menjangkau 182.853 siswa SMP, 117.937 siswa MTs, serta total lebih dari 260.000 siswa di tingkat SMA, SMK, dan MA. Selain itu, program MBG juga menyasar 205.836 Balita, 88.814 anak PAUD, dan 117.827 anak TK. Kemudian Ibu Hamil 32.902 jiwa dan Ibu Menyusui 76.596 jiwa, 117.346 guru, 16.554 tenaga kependidikan, serta 8.194 kader Posyandu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More