Lansia di Kupang Ditemukan Tewas Tergantung, Rupanya Dibunuh Ponakan

Seorang lansia di Kupang bernama Selfasina Tamelab ditemukan tewas tergantung, namun penyelidikan polisi mengungkap bahwa ia dibunuh oleh keponakannya sendiri, Dominggus Tamelab.
Dominggus memukul korban dengan kayu karena tersinggung, lalu menggantung jasadnya di pohon jambu mete untuk merekayasa seolah-olah korban bunuh diri dan melapor ke istrinya serta kepala desa.
Pemeriksaan jenazah menemukan kejanggalan yang membongkar rekayasa pelaku; setelah interogasi dan bukti kuat, Dominggus mengakui perbuatannya dan langsung ditahan polisi.
Kupang, IDN Times - Warga Dusun II, Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan yang semula diduga sebagai bunuh diri.
Korban, Selfasina Tamelab (66), sebelumnya ditemukan tewas tergantung di pohon jambu mete di belakang rumahnya. Namun hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa perempuan lanjut usia tersebut merupakan korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh keponakannya sendiri, Dominggus Tamelab (48).
Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
1. Pelaku emosi karena perintah korban

Pelaku mengaku sedang menjemur padi di halaman rumah saat kejadian. Ketika itu, korban memintanya mengambil sesuatu dengan nada yang dianggap kasar. Padahal, pelaku baru saja masuk ke dalam rumah untuk mengambil sisa padi yang akan dijemur.
Merasa tersinggung dan tidak terima dengan cara korban berbicara, pelaku kemudian emosi. Ia mengambil sebatang kayu dan memukul kepala korban hingga pingsan.
Setelah korban tak berdaya, pelaku menyeretnya ke belakang rumah menuju pohon jambu mete yang berjarak sekitar 15 meter. Di lokasi tersebut, korban digantung menggunakan tali yang diikatkan pada lehernya untuk merekayasa kematian seolah-olah akibat bunuh diri.
"Terduga pelaku emosi sehingga memukul korban menggunakan sebatang kayu sampai pingsan. Kemudian membawa korban ke belakang rumah dan menggantungnya di pohon jambu mete. Saat mengikat korban, terduga pelaku menyadari bahwa korban masih hidup," kata Randy, Jumat (29/5/2026).
2. Pelaku sempat melapor ke istrinya

Ia kemudian menyusun skenario seolah-olah korban meninggal karena bunuh diri untuk menghilangkan jejak dan menghindari kecurigaan.
Setelah memastikan korban tewas, pelaku menemui istrinya, Aplonia Fomeni (54), dan mengaku menemukan Selfasina dalam kondisi tergantung. Tanpa mengetahui kejadian sebenarnya, Aplonia terkejut mendengar kabar tersebut dan meminta suaminya melaporkannya kepada aparat desa.
Dominggus kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Desa Timau, Sony Tanesib. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Amfoang Utara.
"Usai laporan diterima, anggota Polsek Amfoang Utara langsung bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Kupang," kata Randy.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dari pohon jambu mete sekitar pukul 20.34 WITA. Selanjutnya, jenazah diperiksa untuk kepentingan penyelidikan.
3. Pelaku langsung ditahan

Saat pemeriksaan jenazah, petugas menemukan sejumlah kejanggalan yang tidak sesuai dengan ciri-ciri kematian akibat bunuh diri. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi penyidik untuk mendalami kasus itu lebih lanjut.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa kematian korban telah direkayasa untuk menutupi tindak pembunuhan. Dari serangkaian pemeriksaan dan interogasi, polisi akhirnya mengungkap keterlibatan Dominggus dalam kasus tersebut.
Pelaku tak mampu lagi mengelak setelah penyidik menemukan berbagai fakta yang bertentangan dengan keterangannya. Skenario yang disusunnya pun terbongkar dan ia akhirnya mengakui perbuatannya.
"Pelaku langsung diamankan saat itu juga beserta barang bukti setelah mengakui perbuatannya," kata Randy.


















