Proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang selamat menggunakan kapal Basarnas KN 220 Mataram di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Rabu (12/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Rio dan sejumlah penumpang selamat lainnya harus bertaruh nyawa terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih enam jam. Pada waktu itu mereka berharap bantuan dari tim SAR gabungan dari Lombok maupun Bali segera datang.
Di tengah kepasrahan, beberapa kapal lain sempat terlihat melintas di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya bantuan evakuasi tiba. Rio yang baru saja menyelesaikan kuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram ini pergi ke Bali bersama dua orang temannya untuk mencari pekerjaan.
Beruntung, kedua temannya tersebut juga berhasil selamat dari tragedi naas ini. "Teman ada dua orang, alhamdulillah selamat. Saya ke Bali cari kerja, sudah selesai wisuda," tuturnya.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera turun melakukan investigasi terkait penyebab terbakarnya KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026). Dia mengatakan KMP Putri Yasmin laik berlayar berdasarkan hasil pemeriksaan pada Juni 2026 lalu.
KNKT akan segera turun ke NTB untuk melakukan penyelidikan dan investigasi. Hasil investasi KNKT akan menjadi bahan evaluasi Kemenhub ke depannya. Dia mengatakan Kemenhub belum bisa memastikan penyebab terbakarnya KMP Putri Yasmin sebelum adanya hasil investigasi KNKT.
"Nanti kita berikan kesempatan kepada KNKT menyelidiki sebab kejadian itu. Dari situ kita akan bisa melihat apa yang bisa kita perbaiki atau antisipasi ke depannya," ujarnya.
Jumlah penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, tidak sesuai dengan manifes. Dalam manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 114 orang, sementara data korban sementara yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan sebanyak 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang meninggal dunia.
Para korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang melintas di Perairan Selat Lombok. Pada pukul 06.45 WITA, sebanyak 35 korban dievakuasi oleh MV Portlink II menuju Pelabuhan Padangbai Bali. Kemudian pada pukul 07.10 WITA, sebanyak 18 korban dievakuasi oleh kapal TNI AL, KAL Lembar menuju Pelabuhan Lembar.
Berikutnya, pada pukul 08.00 WITA, sebanyak 59 korban terdiri dari 58 orang dewasa dan 1 anak-anak dievakuasi oleh Kapal RB 220 Kansar Mataram menuju Pelabuhan Lembar. Selanjutnya, pukul 10.56 WITA, sebanyak 3 korban dievakuasi oleh kapal asing MV Steel Here, dimana dua korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Pada pukul 12.30 WITA, sebanyak 58 korban dievakuasi oleh Kapal Yacht yang melintas di Selat Lombok, dimana sebanyak 24 korban ditransfer ke kapal RBB Kansar Mataram, RIB Basarnas 9 orang, Kapal Patroli Polairud 25 orang.