Penumpang KMP Putri Yasmin Tak Sesuai Manifes, Menhub: Bahan Evaluasi!

- Jumlah penumpang KMP Putri Yasmin tidak sesuai manifes: tercatat 114 orang, sementara 173 korban telah dievakuasi dari kebakaran di Selat Lombok.
- Menhub Dudy Purwagandhi menjadikan selisih data sebagai bahan evaluasi dan meminta operator melaporkan penambahan penumpang setelah izin berlayar diterbitkan.
- Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri dari 172 selamat dan satu meninggal; posko aduan dibuka, sementara pencarian dilanjutkan selama tujuh hari.
Mataram, IDN Times - Jumlah penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026), tidak sesuai dengan manifes. Dalam manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 114 orang, sedangkan data korban sementara yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan sebanyak 173 orang.
"Dari laporan manifes itu adalah 114 penumpang. Ini ada perbedaan. Biasanya ketika mengajukan surat izin berlayar diajukan pada posisi penumpang terdaftar. Antara pelaporan untuk pengajuan izin kemudian kapal berlayar itu ada rentang waktu. Mestinya ketika surat izin berlayar dikeluarkan kemudian ada penambahan penumpang, ini mestinya dilaporkan," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy PurwaGandhi di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Rabu petang (12/8/2026).
1. Jadi bahan evaluasi Kemenhub

Menhub Dudy Purwagandhi. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dia menegaskan perbedaan jumlah penumpang dengan manifes ini akan menjadi bahan evaluasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ke depan, setiap operator kapal harus tetap melaporkan penambahan penumpang meskipun sudah mendapatkan surat izin berlayar dari otoritas pelabuhan.
Sehingga, ketika terjadi kecelakaan laut, Tim SAR gabungan mengetahui jumlah korban yang dilakukan pencarian. "Kalau terjadi sesuatu, Basarnas tahu berapa yang harus dicari, berapa yang diberikan santunan dan sebagainya. Sejauh ini ada 173 korban yang sudah dievakuasi dan Basarnas masih punya waktu 7 hari melakukan pencarian," terangnya.
2. Buka layanan aduan

Proses evakuasi korban KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) saat tiba di Pelabuhan Lembar. (IDN Times/Muhammad Nasir) Menyikapi perbedaan jumlah penumpang yang tidak sesuai manifes, Dudy mengatakan telah dibuka layanan pengaduan untuk masyarakat. Bagi masyarakat yang mempunyai keluarga ikut dalam pelayaran KMP Putri Yasmin dan diketahui keberadaannya supaya melapor ke Posko SAR di Pelabuhan Lembar.
Jika ada laporan, Tim SAR akan menindaklanjuti untuk melakukan pencarian dan penyelamatan dalam waktu tujuh hari ke depan. "Sehingga memberikan kesempatan kepada Basarnas untuk terus melakukan pencarian dan penyelamatan," ujarnya.
3. Sebanyak 173 korban KMP Putri Yasmin berhasil dievakuasi

Satu korban meninggal dunia KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok dievakuasi dari Pelabuhan Lembar ke RSUD NTB, Rabu (12/8/2026). +IDN Times/Muhammad Nasir) Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR Pelabuhan Lembar Lombok Barat, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadimenjelaskan bahwa Tim SAR gabungan masih berada dalam status siaga penuh di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban, baik penumpang maupun kru kapal, mendapatkan penanganan medis dan evakuasi yang cepat serta optimal.
Pihaknya akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan. Dia menjelaskan proses evakuasi korban KMP Putri Yasmin pada Rabu (12/82/26).
Pada pukul 06.45 WITA, sebanyak 35 korban dievakuasi oleh MV Portlink II menuju Pelabuhan Padangbai Bali. Kemudian pada pukul 07.10 WITA, sebanyak 18 korban dievakuasi oleh kapal TNI AL, KAL Lembar menuju Pelabuhan Lembar. Berikutnya, pada pukul 08.00 WITA, sebanyak 59 korban terdiri dari 58 orang dewasa dan 1 anak-anak dievakuasi oleh Kapal RB 220 Kansar Mataram menuju Pelabuhan Lembar.
Selanjutnya, pukul 10.56 WITA, sebanyak 3 korban dievakuasi oleh kapal asing MV Steel Here, dimana dua korban selamat dan 1 meninggal dunia. Pada pukul 12.30 WITA, sebanyak 58 korban dievakuasi oleh Kapal Yacht yang melintas di Selat Lombok, dimana sebanyak 24 korban ditransfer ke kapal RBB Kansar Mataram, RIB Basarnas 9 orang, Kapal Patroli Polairud 25 orang.
Dalam mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alat utama (alut) yaitu KN SAR 220 Mataram dan KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta Kapal Yacht "No Comment" dan "Still Here", Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).







![[BREAKING] KMP Putri Yasmin Rute Bali - Lombok Terbakar di Tengah Laut](https://image.idntimes.com/post/20260812/putriyasmin_41675887-21d3-441a-9238-b40f7d09b3b2.jpg)









