Kena PHK, Dikpora NTB Cari Celah Selamatkan 18 Atlet Peraih Medali PON

Mataram, IDN Times - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB sedang mencari celah menyelematkan 18 atlet peraih medali pada sejumlah Pekan Olahraga Nasional (PIN) yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai pegawai honorer Pemprov NTB. Kepala Dinas Dikpora NTB Surya Bahari mengatakan pihaknya sudah meminta data dan prestasi belasan atlet yang pernah mengharumkan nama NTB di kancah nasional tersebut.
"Mungkin tidak hanya pegawai negeri yang diharapkan tapi solusi-solusi lain lagi saya pelajari. Kita cari celah yang mana memungkinkan bisa dan tidak menyalahi aturan," kata Surya dikonfirmasi di Mataram, Selasa (20/1/2026).
1. Belum ada jalur khusus pengangkatan atlet sebagai ASN

Surya menjelaskan akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait nasib belasan atlet yang telah mengharumkan nama NTB itu. Karena dalam aturan, pengangkatan aparatur sipil negara (ASN) sudah jelas kriterianya. Dia juga sudah menanyakan terkait jalur khusus bagi atlet berprestasi menjadi ASN.
"Itu yang saya tanyakan, dari kementerian bilang belum ada jalur khusus. Kalau sudah ada aturannya dari pusat kita akan menyesuaikan. Jangan sampai nanti yang dikeluarkan oleh daerah berseberangan dengan aturan pusat," kata dia.
2. Atlet berprestasi harus dihargai

Surya belum berani menjamin ada peluang bagi belasan atlet peraih medali PON sebagai pegawai Pemprov NTB. Namun, dia sedang mencari peluang lain di luar sebagai pegawai Pemprov NTB, apakah bisa ditampung di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) NTB.
"Tapi bagaimanapun juga kita tetap harus menghargai prestasi mereka. Jadi saya waktu jadi atlet, lolos PON saja dikasih Rp100 ribu, kan kebanggaan kita luar biasa. Apalagi ini apresiasi secara bonus sudah diberikan. Kita coba cari celah lain dan seterusnya," ujarnya.
3. Belasan atlet berprestasi minta diakomodir menjadi PPPK

Sebanyak 18 atlet peraih medali pada sejumlah ajang PON kena PHK sebagai pegawai honorer Pemprov NTB per 31 Desember 2025. Padahal, mereka sudah mengharumkan nama NTB di kancah nasional hingga internasional.
Salah satu atlet yang kena PHK yaitu Rohani. Atlet cabang olahraga atletik ini mengharumkan nama NTB di PON Jawa Barat, PON Papua dan PON Aceh-Sumatra Utara. Rohani menyebutkan ada 18 atlet peraih medali PON yang di-PHK per 31 Desember 2025.
Sejak 2023, mereka menjadi pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Belasan atlet yang di-PHK merupakan bagian dari 518 pegawai honorer Pemprov NTB yang tidak terakomodir menjadi PPPK Paruh Waktu.
"Perasaan kecewa (kena PHK), karena kita bisa dibilang beda dengan honorer yang lain. Karena kita sebagai atlet daerah juga, ada kebanggan tersendiri mengharumkan nama NTB di luar daerah bahkan internasional," kata Rohani dikonfirmasi IDN Times, Senin (5/1/2026).
Rohani sendiri pernah menyumbangkan medali perunggu di PON Jawa Barat. Kemudian medali perak dan perunggu di PON Papua serta medali perak dan perunggu di PON Aceh-Sumatra Utara.
Usai perhelatan PON Papua 2021, kontingen NTB disambut pemerintah daerah dan dijanjikan menjadi pegawai daerah. Setelah menunggu kejelasan cukup lama, akhirnya atlet eraih medali PON Papua diangkat menjadi pegawai honorer di Dispora NTB pada 2023.
Rohani berharap belasan atlet yang telah mengharumkan nama NTB di kancah nasional hingga internasional dapat diakomodir menjadi PPPK. Karena mereka sudah berjuang mengharumkan nama NTB di luar daerah dan luar negeri. Meski telah di-PHK, para atlet tetap melakukan latihan menjelang pekan olahraga provinsi (Porprov) dan PON NTB-NTT 2028.
Adapun rincian 18 atlet dan pelatih yang di-PHK sebagai pegawai honorer Pemprov NTB antara lain panjat tebing tiga atlet, kempo satu atlet, tarung derajat satu atlet, atletik tiga atlet. Kemudian futsal dua atlet, voli pantai satu atlet, tinju satu atlet, balap motor dua atlet, serta masing-masing satu pelatih taekwondo dan pelatih lempar lembing.

















