Kupang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penambahan angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah ini mengalami kenaikan pada awal 2026 atau tepatnya pada Maret hingga Mei 2026.
Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, mengatakan penambahan jumlah pengangguran terlihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang pada Mei 2026 naik menjadi 3,26 persen. Sementara persentase penduduk miskin juga meningkat menjadi 17,52 persen pada Maret 2026.
Matamira menyampaikan ini melalui Berita Resmi Statistik (BRS) BPS NTT yang dirilis pada 5 Agustus 2026.
