Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji NTB Dapat Es Krim Gratis di Tengah Cuaca Panas Arab Saudi

Jemaah Haji NTB Dapat Es Krim Gratis di Tengah Cuaca Panas Arab Saudi
Jemaah haji asal NTB mendapatkan es krim gratis saat pelaksanaan puncak ibadah haji 2026. (dok. Istimewa)
Share Article

Mataram, IDN Times - Jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) disiapkan es krim gratis selama fase puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin mengatakan disiapkannya pembagian es krim gratis kepada para jemaah haji karena kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup panas.

Di tengah situasi dan kondisi pergerakan jemaah haji yang cukup padat dan suhu udara yang sangat tinggi, diperlukan asupan makanan atau minuman segar guna menetralisir efek cuaca ekstrem terhadap tubuh para jemaah haji.

"Memang situasi kondisi dalam pendorongan atau pergerakan jemaah ini kan cuaca di Arab Saudi cukup tinggi, cukup panas. Sehingga perlu ada minuman atau makanan yang segar untuk bisa menetralisir daripada kondisi jemaah haji kita," kata Amin di Mataram, Kamis (28/5/2026).

1. Tersedia sepanjang Armuzna

IMG-20260528-WA0023.jpg
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhamad Amin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Fasilitas pembagian es krim gratis ini, kata Amin, akan disediakan selama fase Armuzna. Dia mengatakan panitia di Arab Saudi telah mengatur sistem penyediaannya sedemikian rupa agar jemaah dapat mengambilnya dengan mudah, serupa dengan penyediaan fasilitas air minum.

Dia menambahkan bahwa penyediaan es krim ini merupakan terobosan baru yang belum pernah ada pada musim haji sebelumnya. "Iya, pertama kali," ucap Amin.

Dia menambahkan bahwa seluruh fasilitas ini diberikan secara gratis, mengingat pasokan makanan dan minuman untuk jemaah haji tahun ini sangat melimpah. Melalui penyiapan fasilitas ini diharapkan kondisi fisik jemaah haji NTB dapat tetap prima dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

2. Lima jemaah haji NTB meninggal di Arab Saudi

FB_IMG_1779855208075.jpg
Jemaah haji asal NTB di Arab Saudi. (dok. Kemenhaj NTB)

Amin menjelaskan kondisi terkini jemaah haji asal NTB di Arab Saudi. Sebanyak lima orang jemaah haji NTB dilaporkan meninggal dunia sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji. Masing-masing berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Sementara itu, terkait perkembangan ibadah di Arab Saudi, jemaah haji NTB saat ini telah berada di Mina untuk melaksanakan prosesi lempar jumrah. Seluruh fase krusial mulai dari Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, hingga Mabit di Mina berjalan dengan lancar.

"Kemarin kita dapat informasi di Muzdalifah itu pukul 06.30 (waktu Arab Saudi) itu sudah clear and clean. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua jemaah sudah didorong ke Mina atau yang mendapatkan skema tanazul langsung dievakuasi ke hotelnya," kata dia.

Setelah selesai pelaksanaan ibadah haji, jemaah asal NTB dijadwalkan mulai diterbangkan ke Tanah Air mulai 1 Juni 2026 mendatang. Jemaah haji kloter I Embarkasi Lombok akan tiba di Bandara Internasional Lombok pada Senin, 1 Juni mendatang.

"Insyaallah hari Senin, tanggal 1 Juni 2026, kami akan menyambut kedatangan jemaah haji kita untuk kloter pertama yang asalnya dari Lombok Timur," kata dia.

3. Sebanyak 5.863 jemaah haji NTB yang diberangkatkan ke Arab Saudi

FB_IMG_1779855251195.jpg
Jemaah haji asal NTB di Arab Saudi. (dok. Kemenhaj NTB)

Amin menyebut total kuota jemaah haji NTB tahun 2026 sebanyak 5.864 orang. Dari kuota tersebut, sebanyak 5.863 jemaah haji dari Embarkasi Lombok yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026.

Angka tersebut mencakup para petugas yang mendampingi jemaah, mulai dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), petugas dari kloter, hingga petugas kesehatan. Dari jumlah kuota 5.864 orang, hanya tersisa satu kuota yang tidak dapat diberangkatkan.

"Sesungguhnya kita sudah siapkan untuk diberangkatkan. Namun karena waktunya yang terlalu singkat di akhir (jelang penerbangan kloter 15), pengajuan untuk pengusulan visanya itu sudah ditutup. Jadi tidak dapat kami berangkatkan. Kita kurang satu orang," jelas Amin.

Sebelum diberangkatkan, seluruh jemaah telah menjalani serangkaian proses pemeriksaan kesehatan di Embarkasi Lombok. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Amin mengatakan bahwa mayoritas jemaah yang sempat mendapatkan pemeriksaan lanjutan akhirnya dinyatakan laik dan dapat tetap diberangkatkan pada kloter-kloter berikutnya.

Hal ini dilakukan guna mengisi kekosongan kursi (seat) yang tersedia. Meski demikian, ada tiga jemaah yang dinyatakan batal tunda karena tidak memenuhi syarat istitha'ah.

"Secara status yang tidak istitha'ah secara keseluruhan dari Embarkasi Lombok itu yang kita anggap batal tunda itu sebanyak tiga orang. Namun, posisi jemaah yang batal tunda tersebut langsung digantikan oleh jemaah cadangan yang masuk daftar siap berangkat," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Lansia di Kupang Ditemukan Tewas Tergantung, Rupanya Dibunuh Ponakan

30 Mei 2026, 20:01 WIBNews