Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Inovasi Pengolahan Tembaga di Sumbawa Barat Dapat Pengakuan Internasional

Inovasi Pengolahan Tembaga di Sumbawa Barat Dapat Pengakuan Internasional
Didit dari Tim Metallurgy di Processing Plant Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) saat mempresentasikan karya ilmiah inovasi pengolahan tembaga pada konferensi internasional MetPlant 2026 di Australia. (dok. AMMAN)
Share Article

Sumbawa Barat, IDN Times - Setiap hari, Didit dan rekan-rekannya yang bekerja sebagai Tim Metallurgy di Processing Plant Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus mencari cara inovatif untuk meningkatkan nilai tambah. Semangat ini muncul karena budaya kerja positif yang dirasakan di perusahaan tempatnya bekerja, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia.

Sesuai keahliannya, Didit dan rekan-rekannya fokus pada solusi untuk meningkatkan perolehan tembaga (recovery). Semakin tinggi tingkat perolehan, semakin banyak kandungan tembaga dalam bijih mineral yang berhasil diolah menjadi produk konsentrat, dan semakin sedikit yang terbuang sebagai limbah atau tailing.

1. Berawal dari perolehan tembaga yang menurun

Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)
Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)

Bijih mineral yang diolah bisa berasal dari bijih segar langsung dari proses penambangan maupun dari stockpile atau bijih yang telah ditambang dan disimpan untuk kebutuhan produksi. Tantangan muncul ketika tim mengolah bijih stockpile karena bijih tersebut mengalami oksidasi, sehingga tingkat perolehan tembaga cenderung menurun saat bijih tersebut diolah di pabrik flotasi.

Didit mengatakan, jika dibiarkan maka penurunan recovery ini pada akhirnya ikut menggerus nilai ekonomi bijih stockpile dari waktu ke waktu. Berkat disiplin untuk perbaikan berkelanjutan, Didit dan rekan-rekannya di Tim Metallurgy berhasil menciptakan inovasi yang menjawab persoalan tersebut, yaitu dengan penerapan Controlled Potential Sulfidisation (CPS) dengan menambahkan teknologi sensor Oxidation Reduction Potential (ORP).

Inovasi ini berhasil meningkatkan recovery atau perolehan tembaga secara signifikan. Hebatnya, performa tinggi ini justru dibarengi dengan penurunan konsumsi bahan kimia hingga 18,3%. "Ini adalah perwujudan nyata dari operasional yang lebih efisien dan produktif, di mana teknologi mampu mengoptimalkan sumber daya sekaligus menekan biaya operasional," kata Didit.

2. Konsistensi di balik teknik CPS

IMG-20260528-WA0017.jpg
Didit dari Tim Metallurgy di Processing Plant Tambang Batu Hijau PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) saat mempresentasikan karya ilmiah inovasi pengolahan tembaga pada konferensi internasional MetPlant 2026 di Australia. (dok. AMMAN)

Controlled Potential Sulfidisation (CPS) merupakan proses yang berperan dalam meningkatkan kemampuan mineral tembaga agar bisa dipisahkan dan diambil secara lebih efektif dalam proses flotasi. Didit dan rekan-rekannya menambahkan teknologi sensor Oxidation Reduction Potential (ORP) yang digunakan untuk memonitor kondisi kimia lumpur hasil pengolahan (slurry) secara langsung dan seketika (real-time).

Sehingga, Didit dan rekan-rekannya memiliki data yang lebih akurat, dan dapat memastikan dosis reagen pengaktif (NaHS) yang ditambahkan ke dalam slurry tersebut tepat. Ibarat memasak dengan bumbu yang harus pas, penambahan reagen ini juga harus tepat, sehingga mineral tembaga yang sebelumnya sulit diproses kini lebih mudah diperoleh dalam proses flotasi. Flotasi merupakan proses di mana mineral yang mengandung tembaga atau emas dibuat menempel pada gelembung udara, lalu naik ke permukaan sehingga bisa dipisahkan dari material yang tidak bernilai.

3. Dapat pengakuan internasional di MetPlant 2026

Tambang emas dan tembaga di Batu Hijau Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)
Tambang emas dan tembaga di Batu Hijau Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)

Keberhasilan inovasi ini dituliskan dalam sebuah karya ilmiah yang dipresentasikan dalam MetPlant 2026 yang berlangsung di Adelaide, Australia. MetPlant merupakan salah satu konferensi metalurgi bergengsi di dunia pengolahan mineral, tempat para pakar global berkumpul untuk bertukar informasi dan praktik terbaik dalam desain dan operasi pabrik mineral.

Didit dan rekan-rekannya yang mewakili AMMAN mendapatkan pengakuan, di mana karya ilmiah tersebut mendapat penghargaan ‘Best Paper’. Hal ini membuktikan bahwa kualitas inovasi dari tanah dan putra Sumbawa Barat diakui dengan sangat baik di level internasional. Sebagai putra daerah Sumbawa Barat, Didit mengaku bahwa inovasi ini lahir dari budaya bekerja yang sangat kondusif.

Didit mengatakan dia dan rekan-rekannya didorong untuk terus termotivasi menjadi lebih baik lagi dan tidak cepat puas. Budaya kerja yang sangat mendukung, seperti semangat kerja sama dan dukungan para pimpinan juga menjadi kunci untuk melahirkan inovasi ini.

"Perusahaan memberikan ruang luas bagi kami untuk terus berinovasi menciptakan sistem yang paling efektif. Bagi saya, ini adalah bukti bahwa semangat lokal dari Sumbawa Barat bisa menghasilkan karya teknis yang diakui secara global,” kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

7 Cara Simpel Meningkatkan Rasa Syukur agar Hidup Lebih Tenang

06 Jun 2026, 22:00 WIBNews