Berangkat Sekolah, Kapal Berisi 15 Pelajar Tenggelam di Perairan Rote Ndao

- Sebuah kapal pengangkut 15 pelajar di Rote Ndao, NTT, terbalik pada Selasa pagi akibat kemudi patah saat berlayar dari Dusun Lohaen menuju Pelabuhan Namoninilu.
- Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun beberapa ponsel rusak dan seorang siswa kehilangan ijazah serta surat keterangan lulus karena terendam air.
- Polisi memastikan kecelakaan tersebut murni disebabkan kerusakan kemudi kapal, bukan faktor cuaca atau gelombang laut, dan situasi di lokasi tetap aman serta kondusif.
Kupang, IDN Times - Kapal bodi batang yang mengangkut 15 pelajar asal Dusun Lohaen, Desa Landu, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbalik dan tenggelam. Peristiwa itu terjadi di perairan Namoninilu pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 07.15 WITA.
Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono melalui Kapolsek Rote Barat Daya Ipda Subur Gunawan membenarkan insiden tersebut. Saat kejadian, kapal sedang mengangkut para pelajar menuju sekolah.
1. Kemudi stir patah

Awalnya pada pelajar ini hendak menyeberang untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah. Mereka menumpang ke kapal yang dinakhodai Jems Djami. Mereka kemudian bertolak dari Dusun Lohaen menuju Pelabuhan Namoninilu di Desa Oebou. Para pelajar sekitar pukul 07.10 WITA.
Tak lama berlayar kapal mereka terbalik akibat kemudi atau stir kapal itu mengalami kerusakan hingga patah.
"Sehingga nahkoda kehilangan kendali dan terjadi kecelakaan laut kapal body batang pengangkut anak sekolah pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 07.15 WITA," kata Subur
2. Tak ada korban jiwa tapi ada kehilangan ijazah

Beruntung, pada saat kejadian itu ada dua kapal body batang yang melihatnya sehingga memberikan pertolongan. Dua kapal ini dinahkodai warga setempat yakni Yusuf Kiki dan Johanis Kiki.
"Mereka menyaksikan kejadian dari pantai Dusun Lohaen segera bergerak menggunakan kapal mereka," tukasnya.
Mereka pun mengevakuasi seluruh pelajar beserta nahkoda kemudian menarik kapal yang terbalik kembali ke pantai Dusun Lohaen. Dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa.
"Tidak ada korban jiwa. Nahkoda bersama siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK dalam keadaan sehat," ujar Subur.
Akibat dari kecelakaan itu, kata dia, sebanyak 13 telepon genggam milik para pelajar rusak akibat terendam air, termasuk ada siswa yang kehilangan ijazahnya.
"Seorang siswa bernama Jali Haning yang kehilangan ijazahnya dan satu surat keterangan lulus," tambah dia.
3. Murni kecelakaan

Kondisi para korban dan kondisi kapal yang mengalami kecelakaan juga sudah diperiksa langsung oleh Kapolsek bersama 11 personel Polsek Rote Barat Daya mendatangi lokasi.
"Para personel sudah menyeberang ke Dusun Lohaen menggunakan kapal milik warga untuk menemui para korban dan memeriksa kondisi kapal," tukasnya.
Pihaknya memastikan insiden ini murni akibat kerusakan kemudi kapal karena kondisi laut saat kejadian dalam keadaan tenang, dan tidak ada cuaca buruk maupun gelombang tinggi. Kondisi Dusun Lohaen juga tetap aman dan kondusif pascakecelakaan tersebut.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan insiden ini murni karena kerusakan pada kapal khusus kemudinya," jelas dia.


















