Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Santri Korban Pembakaran akan Jalani Operasi Cangkok Kulit di RSUD NTB

Santri Korban Pembakaran akan Jalani Operasi Cangkok Kulit di RSUD NTB
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri menjenguk SAH dan ADR, santri korban pembakaran di ponpes Lombok Tengah, di Kantor Satgas PPKS Unram, Rabu (15/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Mataram, IDN Times - Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menjenguk dua santri korban dugaan pembakaran di Ponpes Rosyidatussaulatiyyah Al-Ibrahimi NW, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, inisial SAH dan ADR di Kantor Satgas PPKS Universitas Mataram (Unram), Rabu (15/7/2026). Dari dua korban, satu orang inisial ADR yang segera dilakukan operasi di RSUD NTB.

"Hari ini setelah kembali dari Jakarta, kita memastikan masih ada satu korban yang membutuhkan perawatan lanjut. Selesai asesmen di Unram akan dirawat di RSUD NTB sesuai dengan protapnya," kata Indah Dhamayanti.

1. Biaya pengobatan ditanggung Pemprov NTB

IMG-20260715-WA0029.jpg
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Wagub NTB yang biasa disapa Dinda itu, mengatakan ada beberapa tahapan penyembuhan terhadap korban sesuai dengan konsultasi dengan dokter kecantikan dan dokter bedah. Dia berharap korban segera sembuh secara fisik maupun psikologi, sehingga bisa kembali bersekolah.

"Biaya pengobatan insyaallah akan menjadi atensi pemerintah provinsi nanti berkoordinasi semuanya. Karena ini langsung kita arahkan (penanganan) ke RSUD NTB," jelas Dinda.

2. Buat regulasi untuk menjamin penanganan korban tindak pidana

IMG-20260715-WA0027.jpg
Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri menjenguk SAH dan ADR, santri korban pembakaran di ponpes Lombok Tengah, di Kantor Satgas PPKS Unram, Rabu (15/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dinda mengatakan semua pihak menyesali peristiwa yang menimpa tiga santri yang terbakar di Ponpes tersebut. Apalagi, peristiwa itu terjadi di lembaga pendidikan. Dia berharap kejadian seperti ini peristiwa yang terakhir dan terulang kembali.

Terkait masalah biaya pengobatan, Dinda menjelaskan semua pihak akan melakukan perbaikan sistem. Pemprov NTB akan membuat regulasi terkait dengan tanggungjawab pemerintah daerah untuk menanggung biaya pengobatan korban tindak pidana.

"Kita semua memperbaiki, tidak hanya dari regulasi juga bagaimana penanganan pascaterjadi beberapa kejadian. Ini juga menjadi perhatian kami bersama LPA akan kembali duduk bersama membahas ini," tandasnya.

3. Satu korban segera operasi cangkok kulit

Ilustrasi dokter spesialis RSUD NTB. (dok. RSUD NTB)
Ilustrasi dokter spesialis RSUD NTB. (dok. RSUD NTB)

Direktur RSUD NTB drg. Asrul Sani melalui Bidang Pelayanan Medis, dr. I Made Arya Winatha menjelaskan satu korban akan segera dilakukan operasi cangkok kulit. Untuk tahap persiapan operasi, akan ditangani dokter spesialis anak dan dokter spesialis anestesi.

Dokter spesialis anak dan dokter spesialis anestesi nantinya yang akan menyetujui tindakan operasi. Untuk bisa dilakukan operasi terhadap pasien, maka harus dipastikan kondisinya optimal. "Untuk persiapan operasi itu tim, kalau yang mengerjakan operasi dokter bedah plastik. Tapi kalau untuk persiapannya, dokter spesialis anak dan dokter sama beberapa dokter subspesialis dan dokter spesialis anestesi," jelas Arya.

Arya menjelaskan dokter akan memeriksa kondisi pasien sebelum dilakukan tindakan operasi. Kondisi pasien harus dipastikan dalam kondisi optimal supaya tidak sembarangan dilakukan operasi.

"Untuk tindakan operasi cangkok kulit. Itu kulit yang terbakar nggak bisa sembuh diambilkan dari bagian yang lain kulitnya ditempel di sana. Tidak semua luka yang 80 persen dicangkok. Mana yang benar-benar luka bakarnya dalam, di sana dicangkok," terangnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News NTB

See More