Pencarian korban KMP Putri Yasmin yang masih hilang menggunakan helikopter di Perairan Selat Lombok. (dok. SAR Mataram)
Pada pencarian hari ketiga ini, Tim SAR gabungan mengerahkan dua kapal milik Kantor SAR Mataram, KN 220 Mataram dan kapal TNI AL, KAL Belongas. Serta satu helikopter SGi Air Bali didukung Finns Search And Rescue dan personel Kantor SAR Denpasar.
Operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WITA. Helikopter SGi Air Bali bergerak dari Pelabuhan Benoa menuju sasaran seluas 100 nautical mile persegi selama dua jam. Namun tidak menemukan tanda-tanda ditemukannya korban maupun kapal KMP Yasmin di sekitar lokasi yang terletak di selatan Pulau Bali.
Kemudian KN 220 Mataram melakukan pencarian seluas 60 nautical mile ke arah barat daya lokasi kejadian awal KMP Putri Yasmin yang terbakar. Sedangkan kapal KAL Belongas melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian kapal terbakar seluas 48 nautical mile.
"Namun hingga pukul 15.00 WITA, kedua kapal kembali ke Lembar tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang kita cari," ungkap Hariyadi.
Untuk operasi pencarian pada hari keempat, Sabtu (15/8/2026), Tim SAR gabungan akan melakukan penyisiran perairan di sekitar perairan Sekotong Lombok Barat. Selain itu, Tim SAR gabungan juga memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di sekitar Sekotong maupun kepada nelayan yang berada di lokasi kejadian serta membroadcast imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Lombok.
Hingga saat ini, jumlah korban KMP Putri Yasmin yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan sebanyak 212 orang. Terdiri dari 211 korban selamat dan satu orang meninggal dunia, warga Kota Mataram.