Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur NTT Minta Pengusaha Bantu Penanganan Gempa Flores
Gubernur NTT pada jumpa pers bersama Forkompinda NTT terkait gempa Flores. (IDN Times/Putra Bali Mula)

  • Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta pengusaha Flores membantu penanganan gempa karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam kondisi darurat pascabencana.
  • Pemilik toko sembako diminta membuka stok untuk bantuan makanan dan minuman, dengan biaya dijanjikan diganti pemerintah melalui koordinasi daerah.
  • Kontraktor diminta mengerahkan alat berat untuk evakuasi dan membuka akses longsor, sementara pengajuan status bencana nasional masih dikaji berdasarkan kondisi lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur NTT memerintahkan kontraktor mengerahkan alat berat dan toko sembako menyalurkan persediaan bagi penanganan gempa bumi di Flores.
  • Who?
    Gubernur NTT Melki Laka Lena, kontraktor, pemilik toko sembako, TNI-Polri, pemerintah daerah, tim kemanusiaan, serta warga terdampak gempa di Flores terlibat dalam penanganan awal.
  • Where?
    Penanganan difokuskan di daratan Flores, termasuk wilayah yang aksesnya tertutup longsor atau reruntuhan; arahan disampaikan di Mapolda NTT, Kupang.
  • When?
    Melki Laka Lena menyampaikan arahan dalam konferensi pers bersama Forkopimda NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pada fase awal pascagempa.
  • Why?
    Pemerintah membutuhkan dukungan untuk membuka akses terisolasi, mempercepat pencarian dan evakuasi, mendistribusikan bantuan, serta mencegah warga Flores kekurangan makanan dan minuman.
  • How?
    Toko diminta membuka akses sembako untuk disalurkan tim kemanusiaan, dengan biaya akan dicari mekanisme pembayarannya oleh pemerintah. Kontraktor diwajibkan mengerahkan alat berat; status bencana nasional masih menunggu data dan peninjauan lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa di Flores membuat banyak orang perlu bantuan. Pak Gubernur NTT, Melki Laka Lena, meminta toko makanan memberi makan dan minum dulu kepada korban. Pemerintah akan membayar nanti. Ia juga meminta kontraktor membawa alat besar untuk membuka jalan yang tertutup longsor. Sekarang tim sedang menolong korban dan mengirim bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta para pengusaha, khususnya pemilik toko sembako dan kontraktor, turut membantu penanganan bencana gempa bumi di Flores. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani kondisi darurat pascagempa.

Hal itu disampaikan Melki dalam konferensi pers bersama Forkopimda NTT di Mapolda NTT, Sabtu (15/8/2026). Ia meminta dukungan dari pihak swasta untuk mempercepat evakuasi korban, membuka akses wilayah terdampak, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

1. Toko sembako diminta buka akses bantuan

Gubernur NTT salam jumpa pers bersama Forkompinda NTT terkait gempa Flores. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Melki meminta pemilik toko sembako di seluruh daratan Flores membuka akses bagi tim kemanusiaan untuk mengambil dan menyalurkan makanan serta minuman kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, bantuan logistik dari Kupang tidak dapat langsung menjangkau seluruh wilayah dengan jumlah yang banyak.

"Untuk semua toko-toko membuka diri diakses terhadap kinerja dari tim kemanusiaan baik TNI-Polri, maupun Pemda, ataupun swasta yang bertugas untuk menyalurkan bantuan makanan dan minuman, kalau kita bawa dari Kupang pasti tidak bawa banyak," tukasnya.

Ia ingin kebutuhan makanan dan minuman masyarakat segera terpenuhi sehingga tidak ada korban yang kelaparan. Pemerintah juga meminta toko-toko makanan dan minuman yang masih memiliki stok untuk membantu masyarakat terdampak.

"Kami minta toko-toko makanan dan minuman seluruh daratan Flores yang bisa dipakai untuk memberikan bantuan, kami minta dibuka aksesnya supaya saudara kita Flores tidak ada yang kelaparan karena tidak dapat makan," tambahnya.

Melki memastikan pemerintah akan mengganti biaya sembako yang dikeluarkan para pemilik toko untuk membantu korban bencana. Perhitungan pembayaran nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, kota, maupun provinsi.

"Nanti dihitung saja bisa kita pemerintah kabupaten, kota, provinsi, kita cari jalan untuk membayar, tapi jangan sampai tidak ada yang tidak makan atau minum. Yang jual sembako hari ini saya ajak untuk tolong membuka diri," ujar Melki.

2. Kontraktor wajib mengerahkan alat berat

Akses jalan yang tertutup longsor karena gempa Flores. (Dok Istimewa)

Melki juga meminta para kontraktor mengerahkan alat berat yang mereka miliki untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban. Alat berat tersebut dibutuhkan untuk membuka akses yang tertutup longsor maupun membersihkan reruntuhan yang menghambat proses penanganan bencana.

“Semua kontraktor yang punya alat berat wajib bantu pemerintah di situasi darurat ini,” tegasnya.

Menurutnya, terbukanya akses menuju wilayah terdampak akan mempercepat mobilisasi tim penyelamat dan distribusi bantuan. Kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang terisolasi juga diharapkan dapat segera dikirim setelah akses kembali terbuka.

3. Status bencana nasional masih dikaji

Tim Basarnas saat jumpa pers terkait gempa Flores. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Terkait kemungkinan penetapan status bencana nasional, Melki mengatakan pemerintah NTT telah memproses persiapan pengajuan status tersebut. Namun, keputusan akan melihat kondisi di lapangan serta hasil koordinasi dengan jajaran Forkopimda dan pihak terkait.

"Tapi yang pasti sudah kita proses dan sudah dibikin karena itu kewenangan kami. Tapi tadi tentunya kami persiapkan untuk diteruskan berdasarkan kondisi di lapangan sebentar bersama dengan jajaran Forkompinda," kata Melki.

Melki mengatakan pemerintah akan mengajukan status bencana nasional jika kondisi di lapangan memenuhi pertimbangan yang diperlukan. "Kalau memang bisa maka kita akan teruskan apakah ini bisa jadi bencana nasional," ucapnya.

Untuk saat ini, ia menegaskan penanganan difokuskan pada evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Setelah fase awal penanganan korban selesai, pemerintah akan mempersiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Kita fokus ke sana dulu sehingga pergerakan bantuan dari pemerintah provinsi, Forkompinda maupun pusat. Fase awal kita penanganan korban. Fase berikutnya dipersiapkan seperti rehabilitasi, rekontruksi," dia melanjutkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article