Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Update: Korban Tewas Gempa Flores Capai 38 Orang, Satu Masih Tertimbun

Kota Kupang
Update: Korban Tewas Gempa Flores Capai 38 Orang, Satu Masih Tertimbun
Proses evakuasi korban gempa Flores. (Dok Istimewa)
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores menewaskan 38 warga, melukai 40 orang, dan menyisakan satu warga tertimbun hingga Sabtu pukul 18.00 WITA.
  • Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi 79 orang dan masih memprioritaskan pencarian warga tertimbun, sembari memindahkan masyarakat terdampak ke lokasi lebih aman.
  • Sebanyak 281 personel lintas instansi dikerahkan di sejumlah titik terdampak, didukung KN SAR Puntadewa untuk mempercepat pencarian, pertolongan, dan evakuasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Tim SAR Gabungan mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), menurut data hingga pukul 18.00 WITA. Selain itu sebanyak 40 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan satu orang masih tertimbun.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan total 79 orang telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Namun, pendataan korban masih berlangsung sehingga jumlah tersebut masih dapat berubah sesuai perkembangan pencarian dan pendataan di lapangan.

  1. 1. Satu warga masih dicari tim SAR

    Petugas bersama warga melakukan evakuasi korban gempa Flores dalam proses penanganan darurat pascagempa.
    Proses evakuasi korban gempa Flores. (Dok Istimewa)

    Fathur mengatakan Tim SAR Gabungan saat ini memprioritaskan pencarian terhadap satu warga yang masih dilaporkan tertimbun. Selain pencarian korban, tim juga terus mengevakuasi masyarakat terdampak menuju lokasi yang lebih aman.

    "Karena itu, jumlah korban masih dapat berubah seiring proses pencarian dan pendataan di lapangan," kata dia.

    Menurut Fathur, operasi SAR masih berlangsung dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan seluruh personel. Tim gabungan juga terus melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak.

    "Operasi SAR hingga kini masih berlangsung," tukasnya.

  2. 2. Sebanyak 281 personel dikerahkan

    Bangunan roboh dan puing-puing berserakan setelah gempa Flores, memperlihatkan kerusakan parah pada struktur gedung.
    Gedung hancur akibat gempa Flores. (Dok Istimewa)

    Fathur mengatakan sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi SAR tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.

    Seluruh personel ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan juga menggunakan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan proses pencarian dan pertolongan.

    "Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," ujar Fathur.

  3. 3. Data korban bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi

    Proses evakuasi korban gempa Flores sebagai bagian dari penanganan darurat di lokasi terdampak pascagempa.
    Proses evakuasi korban gempa Flores. (Dok Istimewa)

    Sebelumnya, pada pukul 11.30 WIB, Basarnas mencatat 28 orang terdampak gempa. Rinciannya, 20 orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, dan dua orang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

    Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, mengatakan data tersebut berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Command Center dari lapangan pada Sabtu (15/8/2026). Data tersebut kemudian mengalami perubahan seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban di lapangan.

    "20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dilaporkan 2 orang masih di dalam tertimbun reruntuhan bangunan," ujar Noer dalam keterangannya.

    Gempa magnitudo 7,7 tersebut terjadi sekitar pukul 05.58 WITA. Pusat gempa dilaporkan berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More