Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa Flores: 53 Tewas dan 3.839 Warga Mengungsi pada Hari Kedua
Kondisi korban gempa Flores di tenda pengungsian. (Dok KOREM 161 Wira Sakti)
  • Gempa Flores menewaskan 53 orang, melukai 110 orang, dan membuat 3.839 warga mengungsi hingga hari kedua; banyak warga masih tidur di luar rumah karena takut gempa susulan.
  • Kerusakan meliputi 159 rumah rusak berat, 47 rusak sedang, 167 rusak ringan, serta ratusan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Pemerintah memprioritaskan pemulihan layanan dasar dalam tujuh hari pertama.
  • Nagekeo sempat lumpuh listrik dan komunikasi serta mengalami keterbatasan BBM. Pemerintah membentuk posko pendampingan dan logistik di Labuan Bajo, Maumere, Halim, serta mengerahkan unsur penanganan bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pukul 05.58 WITA, Sabtu (15/8/2026)

Gempa magnitudo 7,7 terjadi di lepas pantai Mbay pada kedalaman 10 kilometer. Listrik dan jaringan komunikasi di Nagekeo lumpuh total.

sekitar pukul 18.00 Wita pada hari yang sama

Jaringan telekomunikasi di Nagekeo kembali dapat diakses.

Minggu (16/8/2026)

Rapat koordinasi penanganan gempa Flores digelar di Manggarai Barat. BNPB melaporkan 53 orang meninggal, 110 luka-luka, dan 3.839 warga mengungsi.

Saat ini

Nagekeo mengalami keterbatasan BBM yang menghambat mobilitas penanganan bencana.

Hingga dengan saat ini

Pemerintah dan unsur terkait terus menangani korban serta memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Untuk saat ini

Pemerintah pusat membentuk Posko Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Maumere serta menyiapkan posko logistik dan distribusi bantuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Korban Terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Angka korban yang terus naik ini dipaparkan dalam rapat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah di wilayah terdampak pada Minggu (16/8/2026), di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat. Rapat koordinasi penanganan gempa Flores yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap 53 orang meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka.

"Selain 53 korban jiwa, sebanyak 3.839 warga terdampak mengungsi hingga hari kedua pascagempa dan masih banyak warga yang memilih tidur di luar rumah karena takut terhadap gempa susulan. Wilayah Flores bagian utara itu yang terdampak serius,” " terang Gubernur NTT Melki Laka Lena.

1. Tujuh hari pertama sebagai fase penting

Kondisi korban gempa Flores di tenda pengungsian. (Dok KOREM 161 Wira Sakti)

Untuk itu pada saat yang sama Gubernur Melki mendorong pemerintah pusat melalui instansi terkait untuk segera memulihkan listrik, jaringan telekomunikasi, ketersediaan BBM, bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat agar seluruh akses dapat terbuka dan penanganan bencana dapat lebih cepat dilakukan.

"Karena tujuh hari pertama masa tanggap darurat ini sebagai fase penting untuk mempercepat pencarian dan pertolongan korban sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi," tegasnya.

Sebelumnya ia memaparkan kerusakan akibat gempa tersebut 159 rumah yang rusak berat, 47 rumah rusak sedang dan 167 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 36 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas umum, lima rumah ibadah dan enam gedung perkantoran.

"Kami terus memverifikasi data korban dan kerusakan untuk memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan di setiap wilayah terdampak," terang dia.

2. Kabupaten sumber gempa terputus komunikasi dan terbatas BBM

Kondisi korban gempa Flores di tenda pengungsian. (Dok KOREM 161 Wira Sakti)

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada menyebut jaringan listrik dan komunikasi wilayah mereka lumpuh total setelah gempa dengan magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 05.58 WITA, Sabtu (15/8/2026). Gempa bumi ini terjadi di lepas pantai Mbay dengan kedalaman dangkal 10: kilometer.

"Karenanya pemerintah daerah sempat mengalami kendala komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Pasokan listrik di wilayah Nagekeo juga sempat lumpuh total. Jaringan telekomunikasi baru dapat kembali diakses sekitar pukul 18.00 Wita pada hari yang sama," kata Gonzalo.

Saat ini mereka juga mengalami keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) sehingga ini menjadi kendala dalam mobilitas pemerintah, aparat dan masyarakat untuk melakukan penanganan bencana. Dalam rapat itu, Menko PMK Pratikno menegaskan seluruh unsur harus bekerja secara terpadu agar penanganan bencana berjalan efektif. Sementara Kepala BNPB memastikan seluruh kekuatan dan sumber daya yang tersedia akan dikerahkan untuk menangani dampak gempa Flores.

3. Dirikan posko pendampingan dan logistik

Kondisi tenda bagi korban yang terdampak bencana gempa Flores. (Dok BPBD NTT)

Hingga dengan saat ini Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, Basarnas, BNPB dan unsur terkait terus melakukan penanganan sehingga seluruh korban mendapat pertolongan, perlindungan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Seluruh kabupaten terdampak juga diminta segera menetapkan status darurat kebencanaan dan mengaktifkan posko penanggulangan bencana tingkat kabupaten yang dipimpin bupati bersama Forkopimda.

Untuk saat ini Pemerintah pusat juga membentuk Posko Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere yang mana personel kementerian dan lembaga bergabung sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sementara terkait distribusi, pemerintah akan menyiapkan Posko Logistik Nasional di Halim serta posko distribusi di Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere.

"Ketiga titik tersebut akan menjadi jalur utama penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak," tukasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article