Proyek Jembatan untuk Hotel di Sumba Barat Ambruk, Empat Pekerja Terluka

- Empat karyawan jadi korban robohnya jembatan gantung di kawasan Hotel Ngalung Kalla, Sumba Barat, dan sempat dirawat di RSUD sebelum dipulangkan untuk berobat ke dukun.
- Wakil Bupati Thimo Ragga menemukan desain jembatan tidak sesuai kondisi lapangan dan berpotensi membahayakan, sehingga proyek dihentikan sementara menunggu proses hukum.
- Pemerintah daerah dan DPRD Sumba Barat menyoroti lemahnya prosedur keselamatan kerja serta mendesak investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang.
Kupang, IDN Times - Proyek Jembatan gantung di kawasan Hotel Ngalung Kalla, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tak berjalan lancar. Jembatan itu roboh pada Selasa (12/5/2026) dan empat pekerja menjadi korban setelah jatuh dari ketinggian.
Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga, juga telah meninjau lokasi proyek tersebut setelah mendapat laporan adanya sejumlah korban tersebut. Dalam laporannya ia juga mendapati kejanggalan desain yang mengakibatkan peristiwa itu terjadi. Ia juga heran, para korban yang mengalami luka ringan, luka berat hingga ada yang kritis akibat patah tulang dan benturan di kepala disuruh pulang untuk berobat ke dukun.
1. Dicek ke rumah sakit

Thimo sebelumnya sempat menjenguk para korban yang usai kejadian telah mendapat perawatan intensif di RSUD Kabupaten Sumba Barat. Thimo ingin memastikan para korban mendapat penanganan medis dengan layak. Namun begitu, saat ia tiba pada Rabu (13/5/2026) para korban sudah tidak dirawat lagi. Pihak rumah sakit menginformasikan bahwa para korban dipulangkan untuk berobat ke dukun.
"Pihak rumah sakit menginformasikan bahwa korban telah dipulangkan pihak hotel untuk dirawat dengan dukungan dukun entah atas pertimbangan apa, meski kondisi beberapa masih kritis," kata dia dalam keterangan yang diterima Kamis (14/5/2026).
Ia berharap para korban dapat segera dikembalikan ke rumah sakit agar dapat dirawat dengan penanganan medis lanjutan.
2. Desain jembatan yang berbahaya

Sementara saat peninjauan lapangan di hari yang sama, Thimo juga menemukan potensi bahaya terhadap keselamatan pengguna jembatan gantung tersebut. Menurutnya, desain jembatan tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan berbahaya.
Untuk itu, tegas Thimo, pihaknya menghentikan pembangunan jembatan gantung tersebut sementara waktu sampai proses hukum selesai dilakukan aparat kepolisian. Proses hukum ini akan ditindaklanjuti oleh Polsek Lamboya, Polres Sumba Barat.
“Desain jembatan ini sangat tidak relevan dengan kondisi lapangan sehingga berpotensi menimbulkan kelalaian dan korban jiwa,” tegas dia.
Dalam kunjungan itu Thimo didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kasat Pol PP, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Kapolsek Lamboya, Camat Lamboya Barat, serta Kepala Desa Patiala Dete.
3. Pertanyakan prosedural keselamatan kerja karyawan

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, kata dia, berkomitmen memberikan perhatian dan bantuan kepada para korban agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Begitu pun Ketua DPRD Sumba Barat Charles Peka Dede Tenabolo mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, khususnya terkait keselamatan kerja karyawan.
"Itu harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan," tandasnya.
Ia meminta seluruh pihak tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kasus ini kepada aparat serta instansi berwenang yang sedang melakukan penyelidikan.


















