Gedung Sekolah Usang di NTT Roboh, Satu Anak Meninggal dan Lainnya Luka-luka

- Bangunan SD Inpres Oepula di TTS roboh saat hujan, menewaskan satu siswa dan melukai dua anak yang sedang berteduh di dalam gedung tua tersebut.
- BPBD TTS menyebut gedung sudah rapuh sejak lama dan tidak diamankan, sehingga sering dijadikan tempat bermain anak-anak sebelum akhirnya ambruk akibat cuaca buruk.
- Polisi mengungkap bangunan berdiri sejak 1991 dengan struktur lapuk, serta menegaskan perlunya pengawasan dan pengamanan bangunan tua agar tragedi serupa tak terulang.
Kupang, IDN Times - Gedung SD Inpres Oepula, Desa Nifukani, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) roboh hingga menewaskan satu murid dan melukai dua anak lainnya yang bermain di lokasi tersebut. Tragedi ini terjadi pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 18.43 WITA.
Gedung tersebut sudah tak digunakan sejak 2023 dan menjadi lokasi bermain anak-anak karena tak ada menjadi area yang diamankan. Pada saat terjadi hujan, anak-anak berteduh di dalamnya namun nahas gedung tersebut malah ambruk dan menimpa mereka.
1. Terdengar seperti ledakan

Peristiwa itu bermula saat sekelompok anak bermain sepak bola di halaman sekolah. Namun ketika hujan gerimis turun beberapa dari mereka berteduh di bawah bangunan itu. Tak lama berselang gedung itu roboh dengan suara yang menggelar.
Warga sekitar pun bergegas menuju lokasi tersebut lalu langsung menyelematkan dan memberikan pertolongan.
“Ada suara seperti ledakan, dentuman, keras sekali dari arah sekolah lalu warga lain pun juga sudah ke lari lokasi dan ternyata sekolah itu ambruk. Saya lihat ada anak-anak di dalam, ada yang tertimpa. Kami langsung bantu evakuasi,” ujar Agustinus Talan Salah seorang warga.
2. Gedung tua yang tak diamankan saat cuaca buruk

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTS menyatakan kondisi gedung memang sudah rapuh karena lama ditinggalkan ditambah adanya faktor cuaca. Meski demikian, bangunan tersebut tidak diamankan sehingga masih sering dimasuki anak-anak untuk bermain.
"Gudang ini sudah tidak kokoh lagi dan roboh saat ada anak-anak yang berteduh di dalamnya. Warga sekitar segera datang tidak lama setelah peristiwa itu san mengevakuasi para korban dari timbunan material bangunan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," jelas Kepala BPBD Kabupaten TTS, Dianar Ari Aty, dalam keterangannya, Rabu malam (18/3/2026).
Ia menyebut korban tewas ialah murid kelas 1 SD bernama Noldi Kause (9). Ia meninggal dunia karena tertimpa tiang dan material bangunan pada kepala. Ada pun korban lainnya, Juliana Nenohai (13) dengan luka serius di kepala dan lutut, juga Mikael Jekson Nenoliu (9) yang terluka pada bagian kaki dan punggung.
“Korban meninggal dunia satu orang, sementara dua lainnya mengalami luka-luka. Tim Reaksi Cepat sudah turun ke lokasi untuk penanganan dan pendataan,” jelasnya.
3. Sudah berdiri sejak 1991

Kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membantu proses evakuasi, memasang garis polisi dan memintai keterangan sejumlah saksi.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, menyebut bangunan ini sudah berdiri sejak 1991 sehingga kondisi strukturnya lapuk termakan usia.
Ia menyebut tragedi ini mengingatkan pentingnya pengawasan dan penanganan terhadap bangunan tua ini untuk dilengkapi pengamanan sehingga tak diakses warga. Pemerintah daerah juga diharapkan segera melakukan evaluasi serta pembongkaran atau pengamanan fasilitas serupa guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Ini menjadi perhatian bersama, baik pihak sekolah maupun masyarakat, agar lebih waspada terhadap bangunan tua yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak,” tegasnya.

















![[QUIZ] Tipe Pasangan Seperti Apa yang Cocok untuk Kepribadian Sanguinis?](https://image.idntimes.com/post/20260107/pexels-nayla-bernardes-1673442920-31838676_43b53ef2-4e01-4e92-987e-0b4e93c28765.jpg)
