Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

FS Proyek Super Grid Bali-Nusra, NTB Gandeng Singapura dan Inggris

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Indonesia (dok. PLN)
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Indonesia (dok. PLN)

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa NTB siap memimpin studi kelayakan atau feasibility study (FS) pengembangan proyek super grid energi baru terbarukan (EBT) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin mengatakan salah satu rencana aksi dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani tiga gubernur di wilayah Bali-Nusra adalah memulai studi kelayakan untuk pembangunan Super Grid yang menghubungkan jaringan listrik antara Bali, NTB, dan NTT guna efisiensi distribusi energi.

"Untuk kajian dan studi super grid sudah ada pembahasan awal dengan Kedutaan Besar Singapura dan Inggris," kata Samsudin dikonfirmasi IDN Times, Rabu (28/1/2026).

1. FS harus inline dengan RUPTL dan RUKN

Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin saat penandatanganan kerja sama tiga provinsi.
Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin saat penandatanganan kerja sama tiga provinsi di Kawasan The Golo Mori Manggarai Barat, NTT, Rabu (28/1/2026). (IDN Times/Istimewa)

Dia menjelaskan FS proyek Super Grid di wilayah Bali-Nusra ini harus inline dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang disusun PT PLN. Kemudian kajian awal itu juga harus inline dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang disusun Kementerian ESDM.

​Samsudin menjelaskan kerja sama tiga provinsi pada bidang ESDM difokuskan pada tiga pilar utama untuk mendukung sektor industri dan pariwisata. Yaitu, kolaborasi dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing provinsi.

Kemudian sinkronisasi kebijakan pengawasan distribusi mineral dan pemetaan potensi geologi. Serta koordinasi ketersediaan dan distribusi energi untuk mendukung industri dan pariwisata.

2. Sepakati lima rencana aksi

Peninjauan dan peresmian proyek PLTMH Pandanduri. (dok. Istimewa)
Peninjauan dan peresmian proyek PLTMH Pandanduri. (dok. Istimewa)

Untuk mencapai target tersebut, ada lima rencana aksi yang disepakati bersama. Antara lain, melakukan pemetaan bersama terhadap seluruh potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ada di wilayah Bali, NTB, dan NTT.

Kemudian memulai studi kelayakan untuk pembangunan Super Grid yang menghubungkan jaringan listrik antara Bali, NTB, dan NTT guna efisiensi distribusi energi. Selanjutnya, penyusunan dokumen bersama antara pemerintah daerah di 3 provinsi, pemerintah pusat, dan PLN mengenai proyeksi kebutuhan energi jangka menengah dan jangka panjang.

​Selain itu, penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang EBT untuk menjamin kompetensi tenaga kerja lokal. Serta sosialisasi pemanfaatan energi bersih kepada masyarakat serta pelaksanaan program panel surya komunal.

3. Investor berencana bangun pembangkit listrik EBT kapasitas 130 MW

PLTMH Pandanduri Lombok Timur, NTB. (dok. Istimewa)
PLTMH Pandanduri Lombok Timur, NTB. (dok. Istimewa)

Samsudin mengungkapkan PT. Berkah Energi Lombok (BEL) bermitra dengan PT. Shine Green Energy Indonesia (SGEI) berencana membangun tiga pembangkit listrik EBT dengan kapasitas total 130 Megawatt (MW) di NTB. Tiga pembangkit EBT yang akan dibangun berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Rencananya, pembangunan tiga pembangkit EBT untuk mempercepat transisi energi di NTB pada 2026 dan 2027. Tiga lokasi rencana pembangunan pembangkit EBT di NTB, antara lain PLTS 20 MW di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kemudian PLTS 50 MW di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Serta PLTB 2x30 MW di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, potensi energi terbarukan mencapai 13.563 Megawati (MW) di luar panas bumi. Potensi energi terbarukan sebesar 13.563 MW itu, terdiri dari bioenergi 298 MW, sampah kota 32 MW, angin 2.605 MW dan tenaga surya 10.628 MW. Dari potensi energi terbarukan tersebut, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi daerah baru sebesar 22,43 persen.

Terdiri dari pemanfaatan bio solar (B35), PLTS On Grid sebesar 21,6 MW. Kemudian PLTS Off Grid PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar 28 MW, PLTMH 18,59 MW, dan Cofiring PLTU dengan biomassa dan biogas skala rumah tangga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News NTB

See More

Kasus Penelantaran Keluarga, Anggota DPRD Kota Kupang Ditahan 20 Hari

28 Jan 2026, 21:10 WIBNews