Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Tambang Raksasa di NTB Ditargetkan Operasi Produksi 2028 dan 2031
Eksplorasi PT AMNT di Cebakan Elang Kabupaten Sumbawa, NTB. (dok. AMMAN)
  • PT AMNT menargetkan operasi produksi tambang emas dan tembaga Blok Elang di Sumbawa pada 2028, dengan realisasi bergantung pada kelancaran perizinan, termasuk izin kawasan hutan.
  • PT Sumbawa Timur Mining menargetkan tambang di Hu'u, Dompu, beroperasi pada 2031; saat ini perusahaan masih mengurus perizinan serta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.
  • Cadangan Elang dilaporkan mencapai 2,5 miliar ton bijih, sedangkan STM menemukan potensi sumber daya tembaga dan emas Onto di Hu'u sekitar 2 miliar ton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Dua tambang emas dan tembaga di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditargetkan memasuki tahap operasi produksi pada 2028 dan 20231. Dua proyek tambang itu adalah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Blok Elang, Kabupaten Sumbawa dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Hu'u Kabupaten Dompu.

​Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan dua tambang raksasa yang akan operasi produksi itu bagian dari potensi cadangan tambang sebesar Rp5.400 triliun yang disebutkan Kementerian ESDM di Indonesia.

​"Itu se-Indonesia potensi totalnya mencapai Rp5.400 triliun cadangan logam. Di NTB sendiri sudah dipetakan, estimasinya didominasi oleh dua tambang besar yaitu AMNT dan STM. AMNT berada di blok Elang Sumbawa," kata Samsudin dikonfirmasi IDN Times, Selasa (27/10/2026).

1. Tambang AMNT di Blok Elang ditargetkan beroperasi 2028

Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Samsudin mengungkapkan untuk proyek tambang AMNT di Blok Elang, Kabupaten Sumbawa, saat ini dalam proses perizinan. Perizinan yang sedang berproses termasuk izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH. Jika proses perizinan berjalan lancar, maka proses pembangunan fisik mulai dilakukan pada 2028.

​"Tahun 2028 target operasi produksinya, tapi tentu tergantung perkembangan soal perizinannya, termasuk izin pinjam pakai kawasan hutan yang saat ini berproses untuk mulai bangun pada 2028," terangnya.

​Dari sisi potensi cadangan mineral, Blok Elang disebut memiliki cadangan yang lebih besar dari tambang emas dan tembaga di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat. "Dari segi potensi melebihi Batu Hijau Sumbawa Barat tapi kita tidak tahu detailnya. Itu kawasan hutan semua, lagi proses IPPKH dulu," jelas Samsudin.

2. Tambang STM di Dompu ditargetkan operasi produksi tahun 2031

Eksplorasi tambang emas dan tembaga oleh PT. STM di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu (Dok. PT. STM)

Sementara untuk tambang STM di Hu'u Kabupaten Dompu, kata Samsudin, ditargetkan memasuki operasi produksi pada 2031. Dia mengungkapkan pihak perusahaan telah berkomitmen agar proyek tambang tersebut segera masuk ke tahap operasi produksi sesuai target yang telah dicanangkan pada 2031.

​"Kalau STM sudah diklarifikasi, kalau prosesnya lancar pada 2031 mulai operasi produksi. Sama juga saat ini sedang berproses perizinan serta penyiapan sarana dan prasarana pendukung. Dia harus segera operasi produksi yang di STM itu. Targetnya 2031 yang ditetapkan oleh perusahaan sendiri," jelas Samsudin.

​3. Potensi cadangan mineral tembaga dan emas Blok Elang dan Hu'u

Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)

Sebelumnya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) melaporkan, terus melakukan eksplorasi untuk mengembangkan cadangan mineral tembaga dan emas di Indonesia. Salah satu eksplorasi besar di NTB adalah Proyek Elang, yang tercatat sebagai salah satu deposit tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan.

Amman Mineral (AMMAN)merilis laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) terbaru per 31 Desember 2024, yang menunjukkan lonjakan cadangan dan sumber daya mineral Elang. Cebakan Elang di Sumbawa, menyimpan cadangan emas dan tembaga sebesar 2,5 miliar metrik ton.

Cebakan Elang berlokasi sekitar 60 kilometer di timur tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat yang merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Proyek Elang menjadi bagian dari strategi jangka panjang AMMAN dalam memperluas operasi dan meningkatkan kontribusi terhadap industri pertambangan nasional.

Sejak 2020, tim eksplorasi AMMAN menemukan deposit tembaga dan emas porfiri kedua di Cebakan Elang, yang dikenal sebagai Elang Selatan. Deposit ini berdekatan dengan porfiri Elang utama, tetapi lebih dalam dan memiliki kadar yang sedikit lebih tinggi.

Pengeboran inti yang dilakukan sejak tahun 2020, ditambah dengan kenaikan harga logam dan studi rekayasa, menunjukkan bahwa tambang terbuka Elang yang didesain pada tahun 2019 untuk studi kelayakan tahun 2020 akan jauh lebih besar.

AMMAN merilis laporan JORC terbaru per 31 Desember 2024, yang menunjukkan lonjakan cadangan dan sumber daya mineral Elang. JORC adalah standar internasional yang memastikan laporan tentang sumber daya dan cadangan mineral dibuat dengan akurat dan dapat dipercaya.

Berdasarkan laporan tersebut, cadangan bijih Elang mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan dengan laporan tahun 2023, cadangan bijih meningkat sebesar 79 persen, dari 1,4 miliar metrik ton menjadi 2,5 miliar metrik ton. Peningkatan ini juga mencakup kenaikan 71 persen dalam kandungan tembaga, dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon, dan kenaikan 76 persen dalam kandungan emas, dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons.

Sedangkan proyek tambang STM berlokasi di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu dan Bima. STM telah melakukan kegiatan eksplorasi sejak 2010. Perkiraan potensi sumber daya mineral yang telah diumumkan merupakan hasil dari 74 lubang pemboran, dengan total kedalaman 74.130 meter yang dibor ke dalam potensi sumber daya mineral Onto.

PT STM mengumumkan telah menemukan potensi sumber daya tembaga dan emas blok Onto di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, sebesar 2 miliar ton. Temuan tersebut terdiri dari potensi sumber daya mineral tertunjuk sebesar 1,1 miliar ton tembaga dan emas.

Sedangkan potensi sumber daya mineral terekam sebesar 1 miliar ton tembaga dan emas. PT. STM merupakan pemegang kontrak karya (KK) generasi ketujuh yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998.

Curated For You

Editorial Team

Related Article