Tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)
Sebelumnya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) melaporkan, terus melakukan eksplorasi untuk mengembangkan cadangan mineral tembaga dan emas di Indonesia. Salah satu eksplorasi besar di NTB adalah Proyek Elang, yang tercatat sebagai salah satu deposit tembaga dan emas porfiri terbesar di dunia yang belum dikembangkan.
Amman Mineral (AMMAN)merilis laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) terbaru per 31 Desember 2024, yang menunjukkan lonjakan cadangan dan sumber daya mineral Elang. Cebakan Elang di Sumbawa, menyimpan cadangan emas dan tembaga sebesar 2,5 miliar metrik ton.
Cebakan Elang berlokasi sekitar 60 kilometer di timur tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat yang merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Proyek Elang menjadi bagian dari strategi jangka panjang AMMAN dalam memperluas operasi dan meningkatkan kontribusi terhadap industri pertambangan nasional.
Sejak 2020, tim eksplorasi AMMAN menemukan deposit tembaga dan emas porfiri kedua di Cebakan Elang, yang dikenal sebagai Elang Selatan. Deposit ini berdekatan dengan porfiri Elang utama, tetapi lebih dalam dan memiliki kadar yang sedikit lebih tinggi.
Pengeboran inti yang dilakukan sejak tahun 2020, ditambah dengan kenaikan harga logam dan studi rekayasa, menunjukkan bahwa tambang terbuka Elang yang didesain pada tahun 2019 untuk studi kelayakan tahun 2020 akan jauh lebih besar.
AMMAN merilis laporan JORC terbaru per 31 Desember 2024, yang menunjukkan lonjakan cadangan dan sumber daya mineral Elang. JORC adalah standar internasional yang memastikan laporan tentang sumber daya dan cadangan mineral dibuat dengan akurat dan dapat dipercaya.
Berdasarkan laporan tersebut, cadangan bijih Elang mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan dengan laporan tahun 2023, cadangan bijih meningkat sebesar 79 persen, dari 1,4 miliar metrik ton menjadi 2,5 miliar metrik ton. Peningkatan ini juga mencakup kenaikan 71 persen dalam kandungan tembaga, dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon, dan kenaikan 76 persen dalam kandungan emas, dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons.
Sedangkan proyek tambang STM berlokasi di Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu dan Bima. STM telah melakukan kegiatan eksplorasi sejak 2010. Perkiraan potensi sumber daya mineral yang telah diumumkan merupakan hasil dari 74 lubang pemboran, dengan total kedalaman 74.130 meter yang dibor ke dalam potensi sumber daya mineral Onto.
PT STM mengumumkan telah menemukan potensi sumber daya tembaga dan emas blok Onto di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, sebesar 2 miliar ton. Temuan tersebut terdiri dari potensi sumber daya mineral tertunjuk sebesar 1,1 miliar ton tembaga dan emas.
Sedangkan potensi sumber daya mineral terekam sebesar 1 miliar ton tembaga dan emas. PT. STM merupakan pemegang kontrak karya (KK) generasi ketujuh yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Februari 1998.