Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Bus Kecelakaan Beruntun di Sumbawa Gegara Lomba Lari di Tengah Jalan
Bagian belakang bus yang ringsek akibat kecelakaan beruntun di Sumbawa, Minggu (15/3/2026). (IDN Times/Istimewa)
  • Dua bus Tiara Mas tabrakan beruntun di Teluk Santong, Sumbawa, akibat sopir menghindari kerumunan warga yang sedang lomba lari di tengah jalan pada dini hari.
  • Ombudsman RI NTB menilai insiden ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan layanan publik dan mendesak Pemda menyediakan sistem pengaduan darurat yang mudah diakses masyarakat serta awak kendaraan umum.
  • Ombudsman mendorong koordinasi lebih kuat antara Dishub, kepolisian, dan instansi terkait agar penanganan kecelakaan lebih cepat serta mengingatkan warga tidak beraktivitas di jalan nasional pada malam hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 Maret 2025

Ketua Satgas Mudik Ombudsman RI Perwakilan NTB, Khairul Natanagara, menilai perlunya kesiapsiagaan pelayanan publik di sektor transportasi dan mendesak Pemda menyediakan layanan pengaduan darurat.

15 Maret 2026

Sekitar pukul 03.25 WITA, dua bus Tiara Mas mengalami kecelakaan beruntun di Teluk Santong, Sumbawa, setelah menghindari kerumunan warga yang melakukan lomba lari di tengah jalan. Seorang kenek luka ringan dan lalu lintas sempat macet.

kini

Aparat dan instansi terkait diharapkan segera menangani dampak kecelakaan agar arus lalu lintas kembali normal serta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mencegah kejadian serupa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dua bus antar kota Tiara Mas mengalami kecelakaan beruntun di kawasan Teluk Santong, Sumbawa, akibat menghindari kerumunan warga yang sedang melakukan lomba lari di tengah jalan pada malam hari.
  • Who?
    Kecelakaan melibatkan dua armada Bus Tiara Mas bernomor polisi EA 7618 E bertuliskan “Alesha” dan EA 7668 A bertuliskan “KTM Racing”. Seorang kenek bus dilaporkan mengalami luka ringan.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di ruas jalan nasional Trans Sumbawa, tepatnya di kawasan Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Kecelakaan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 03.25 WITA.
  • Why?
    Sopir bus melakukan pengereman mendadak untuk menghindari kerumunan warga yang sedang balap lari di tengah jalan sehingga bus di belakang tidak sempat mengantisipasi dan menabrak dari belakang.
  • How?
    Kedua bus melaju beriringan sebelum sopir depan mengerem mendadak. Tabrakan menyebabkan kaca depan pecah dan satu kenek terluka ringan. Lalu lintas sempat macet sementara penumpang menunggu penanganan petugas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua bus tabrakan di Sumbawa karena ada orang lari-lari di tengah jalan malam-malam. Sopir bus kaget dan ngerem mendadak, lalu bus di belakang nabrak. Ada kenek kena kaca tapi cuma luka sedikit. Orang-orang masih nunggu di jalan, macet panjang. Polisi dan petugas disuruh bantu biar jalan lancar lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kecelakaan dua bus di Sumbawa menimbulkan gangguan lalu lintas, peristiwa ini memperlihatkan kesigapan pengemudi dalam menghindari kerumunan warga sehingga tidak ada korban jiwa. Tanggapan Ombudsman yang menekankan pentingnya sistem pengaduan darurat dan koordinasi antarinstansi juga menunjukkan perhatian serius terhadap peningkatan keselamatan serta mutu pelayanan publik di sektor transportasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sumbawa, IDN Times - Kecelakaan beruntun melibatkan dua bus antar kota terjadi di kawasan Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 03.25 WITA. Insiden tersebut melibatkan dua armada bus Tiara Mas yang melayani rute Mataram–Bima.

Kedua bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni Bus Tiara Mas dengan nomor polisi EA 7618 E bertuliskan “Alesha” dengan Bus Tiara Mas dengan nomor polisi EA 7668 A bertuliskan “KTM Racing". Akibat kejadian tersebut, seorang kenek bus mengalami luka ringan setelah terkena serpihan kaca bagian depan bus. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

1. Bus menghindari kerumunan warga yang sedang balap lari di tengah jalan

Suasana di lokasi usai kecelakaan beruntun dua bus di Sumbawa, Minggu (15/3/2026). (IDN Times/Istimewa)

Berdasarkan informasi yang didapat, kecelakaan terjadi saat kedua bus melaju secara beriringan di ruas jalan nasional Trans Sumbawa. Sopir bus terpaksa melakukan pengereman mendadak setelah melihat adanya kerumunan warga di tengah jalan yang sedang melakukan balap lari atau sprint 100 meter pada malam hari.

Upaya menghindari kerumunan warga tersebut menyebabkan sopir bus melakukan pengereman mendadak. Sehingga bus di belakang tidak sempat mengantisipasi dan akhirnya terjadi tabrakan beruntun antar armada. Akibat kejadian tersebut, kondisi lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan.

Sejumlah penumpang bus terlihat masih menunggu di lokasi kejadian. Aparat keamanan maupun petugas terkait diharapkan segera melakukan penanganan agar arus lalu lintas kembali normal serta memberikan kepastian layanan bagi para penumpang yang terdampak.

2. Pemda didesak sediakan layanan pengaduan darurat

Ilustrasi Hotline. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ketua Satgas Mudik Ombudsman RI Perwakilan NTB, Khairul Natanagara, Minggu (15/3/2025) menilai bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan pelayanan publik di sektor transportasi, khususnya dalam situasi darurat di jalan raya. Menurutnya, pemerintah daerah (Pemda) melalui instansi terkait perlu memastikan adanya sistem layanan pengaduan darurat yang mudah diakses oleh masyarakat maupun awak kendaraan umum ketika terjadi insiden di lapangan.

“Kami mengimbau Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk menyediakan nomor kontak pengaduan yang dapat dihubungi masyarakat ketika terjadi peristiwa darurat di jalan. Dengan adanya kanal komunikasi yang jelas, masyarakat maupun awak bus dapat segera menyampaikan kondisi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat oleh instansi terkait,” ujarnya.

3. Koordinasi lintas instansi diminta diperkuat

Suasana usai kecelakaan beruntun dua bus di Sumbawa, Minggu (15/3/2026). (IDN Times/Istimewa)

Dia menambahkan, dalam perspektif pelayanan publik, penyediaan kanal pengaduan yang responsif merupakan bagian penting dari kewajiban penyelenggara layanan khususnya bidang transportasi untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa angkutan umum.

Selain itu, Ombudsman mendorong agar koordinasi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, serta instansi terkait diperkuat, terutama selama periode arus mudik dan mobilitas masyarakat yang meningkat. Sehingga setiap kejadian di jalan raya dapat segera ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Ombudsman juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di ruas jalan nasional, terlebih pada malam hari. Karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Editorial Team