Petani di desa Songak Lotim saat membersihkan gulma padi (IDN Times/Ruhaili)
Wahyudin menambahkan pada triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan IV 2023, ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 0,5 persen. Dia menjelaskan pertumbuhan terjadi pada 15 lapangan usaha sedangkan 2 lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi.
Dia mengatakan lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah pertambangan dan penggalian sebesar 16,84 persen. Disusul oleh jasa keuangan dan asuransi yang mengalami kontraksi sebesar 8,91 persen.
Sedangkan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah pengadaan listrik dan gas sebesar 16,29 persen. Disusul lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 9,44 persen.
Kemudian penyediaan akomodasi, makan dan minum sebesar 7,26 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,31 persen.
Selanjutnya lapangan usaha jasa lainnya tumbuh sebesar 5,92 persen, real estate tumbuh 5,50 persen, jasa perusahaan tumbuh 4,98 persen serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 4,82 persen.
"Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memiliki share paling dominan terhadap perekonomian di NTB tumbuh sebesar 2,75 persen. Sedangkan lapangan usaha konstruksi yang share-nya tertinggi keempat tumbuh sebesar 2,96 persen.
Wahyudin menyarankan kepada Pemda NTB supaya menggenjot sektor pertanian dan perdagangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB. Apalagi, pada 2025, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 7 persen.
Dia mengatakan sektor pertanian memiliki share terhadap ekonomi NTB sebesar 20,06 persen. Sedangkan sektor perdagangan memiliki share sebesar 14,47 persen. Sedangkan sektor pertambangan memiliki share terhadap ekonomi NTB sebesar 19,02 persen.
Apabila ketiga sektor ini digenjot pada 2025, dia optimistis ekonomi NTB akan mampu mencapai target 7 persen pada 2025. Menurut Wahyudin, pertambangan emas dan tembaga milik PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kabupaten Dompu perlu digesa, karena saat ini masih dalam tahap eksplorasi.