Kantor PT GNE. (dok. GNE)
Direktur Utama GNE, Yuyud Indrayudi mengatakan bahwa fokus utama mereka di awal masa jabatan adalah melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk menjalankan instruksi Gubernur guna memperbaiki kinerja perusahaan yang belakangan ini mendapat sorotan tajam.
Strategi jangka pendek direksi adalah meninjau kembali seluruh proses bisnis. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah memberikan arahan khusus agar PT GNE fokus pada sektor bisnis material konstruksi. "Secara umum, arahan dari Pak Gubernur adalah memperbaiki dan meningkatkan kinerja GNE, baik dari sisi tata kelola maupun operasional," kata Yuyud.
Menanggapi anggapan bahwa PT GNE merupakan perusahaan yang sedang "sakit", Yuyud berkomitmen untuk memperkuat tiga pilar utama. Di antaranya, melakukan review mendalam terhadap kondisi kas dan beban utang.
Kemudian, menata ulang struktur organisasi jika diperlukan demi efektivitas kerja. Serta memastikan kepatuhan terhadap aturan dan regulasi, termasuk komitmen untuk tertib membayar pajak perusahaan yang sebelumnya sempat menunggak.
Mengenai beban utang sebesar Rp22 miliar, Yuyud memilih untuk bersikap hati-hati. "Kami perlu mereview kondisi keuangan dan proses bisnisnya terlebih dahulu sebelum memberikan komentar lebih jauh terkait hal tersebut," kata dia.