- Direktur Utama Yuyud Indrayudi
- Direktur Keuangan Sulman
- Direktur Operasional Suhaimi
Direksi BUMD PT GNE Ditetapkan, Eks Timses Gubernur NTB Jadi Komisaris

Mataram, IDN Times - Jajaran direksi dan komisaris PT Gerbang NTB Emas (GNE) yang baru ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Ruang Kerja Gubernur NTB, Selasa (28/4/2026). PT GNE merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jajaran direksi dan komisaris PT GNE yang ditetapkan dalam RUPS hari ini, masing-masing sebanyak tiga orang. Untuk jajaran direksi terdiri dari Direktur Utama, Direktur Keuangan dan Direktur Operasional. Sedangkan jajaran komisaris terdiri dari Komisaris Utama dan dua komisaris.
1. Eks Timses Gubernur NTB diangkat jadi komisaris

Dari tiga jajaran komisaris, satu orang merupakan eks Timses Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang saat itu menjadi Koordinator Tim Hukum 99 Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal - Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), Muhammad Ihwan.
Sedangkan Komisaris Utama dijabat Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda NTB Izzudin Mahili. Adapun jajaran direksi dan komisaris PT GNE yang baru, sebagai berikut:
Jajaran Direksi PT GNE yang baru
Jajaran Komisaris PT GNE yang baru
- Komisaris Utama Izzuddin Mahili
- Komisaris Lalu Aksar Ansori
- Komisaris Muhammad Ihwan
2. Fokus perbaiki kinerja perusahaan

Direktur Utama GNE, Yuyud Indrayudi mengatakan bahwa fokus utama mereka di awal masa jabatan adalah melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk menjalankan instruksi Gubernur guna memperbaiki kinerja perusahaan yang belakangan ini mendapat sorotan tajam.
Strategi jangka pendek direksi adalah meninjau kembali seluruh proses bisnis. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah memberikan arahan khusus agar PT GNE fokus pada sektor bisnis material konstruksi. "Secara umum, arahan dari Pak Gubernur adalah memperbaiki dan meningkatkan kinerja GNE, baik dari sisi tata kelola maupun operasional," kata Yuyud.
Menanggapi anggapan bahwa PT GNE merupakan perusahaan yang sedang "sakit", Yuyud berkomitmen untuk memperkuat tiga pilar utama. Di antaranya, melakukan review mendalam terhadap kondisi kas dan beban utang.
Kemudian, menata ulang struktur organisasi jika diperlukan demi efektivitas kerja. Serta memastikan kepatuhan terhadap aturan dan regulasi, termasuk komitmen untuk tertib membayar pajak perusahaan yang sebelumnya sempat menunggak.
Mengenai beban utang sebesar Rp22 miliar, Yuyud memilih untuk bersikap hati-hati. "Kami perlu mereview kondisi keuangan dan proses bisnisnya terlebih dahulu sebelum memberikan komentar lebih jauh terkait hal tersebut," kata dia.
3. Jamin bekerja profesional

Di tengah isu miring mengenai masuknya unsur eks Timses dalam BUMD tersebut, Yuyud menegaskan bahwa jajaran direksi yang baru dilantik bekerja secara profesional. Dia menegaskan bahwa tiga jajaran direksi yang baru merupakan orang profesional.
"Setahu saya kami ini profesional. Tiga orang (direksi) ini bukan timses," tegasnya.
Mengenai kemungkinan perombakan struktur hingga ke level bawah, Yuyud menyatakan hal tersebut sangat memungkinkan selama tujuannya adalah untuk membawa perubahan positif bagi BUMD Pemprov NTB tersebut.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berharap PT GNE dapat menjadi katalisator pembangunan fisik di NTB, khususnya sebagai pemasok utama dalam berbagai proyek konstruksi daerah. Sebagai bagian dari restrukturisasi, Pemprov NTB melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris untuk mendapatkan figur terbaik yang mampu membawa PT GNE keluar dari krisis dan kembali menjadi BUMD andalan daerah.
Iqbal memaparkan rencana besar konsolidasi BUMD di NTB. Ke depan, hanya akan ada dua holding utama BUMD, yakni Bank NTB Syariah sebagai holding sektor keuangan dan NTB Capital sebagai holding sektor non-keuangan, di mana PT GNE akan menjadi anak perusahaan di bawah NTB Capital.


















