Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Curah Hujan Berkurang, Petani di Lombok Tengah Mulai Tanam Tembakau
Ilustrasi tembakau/ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Lombok Tengah, IDN Times - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyebutkan sejumlah petani mulai menanam tembakau setelah kondisi curah hujan mulai menurun.

"Sebagian petani kita saat ini telah mulai menanam tembakau," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/5/2022).

1. Tanam tembakau lebih awal

Petani menjemur tembakau rajangan di lapangan lembah Gunung Sindoro-Sumbing, Desa Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (10/9/2019). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau basah ini akan berakhir pada Juni 2022. Sehingga kondisi ini dimanfaatkan oleh petani untuk melakukan penanaman lebih awal, karena tanaman tembakau itu tidak membutuhkan air terlalu banyak.

Menurut dia, kondisi air saat ini dipastikan aman untuk para petani melakukan penanaman tembakau. "Kalau di masa pertumbuhan, kebutuhan air masih cukup," katanya

2. Target 7.000 hektare tembakau

(Ilustrasi) Tembakau yang sudah dipanen (Foto: Antara)

Sementara itu, target luas lahan tanaman tembakau pada 2022 ini mencapai 7.000 hektare yang tersebar di Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut dan Praya Barat. Namun, kalau melihat dari data setiap tahunnya, maka rata-rata luas tanam tembakau di Lombok Tengah bisa mencapai 8.000 hektare. 

Target luas tanam tembakau di Lombok Tengah pada tahun ini mengalami penurunan, karena dampak pandemi COVID-19 yang mengakibatkan perusahaan tembakau terbatas menyerap hasil petani tembakau.

3. Kemampuan perusahaan masih kurang

Ilustrasi petani tembakau. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Diketahui bahwa di Lombok Tengah hanya ada tiga perusahaan yang dapat menyerap tembakau petani. Sehingga itu dianggap masih kurang. Terlebih dengan kemampuan perusahaan yang belakangan mengalami penurunan.

"Kemampuan perusahaan untuk menyerap itu masih kurang, kita di Lombok Tengah ada tiga perusahaan," ujarnya.

Sementara itu, untuk persoalan harga pihaknya belum bisa memberikan informasi, karena harga tembakau tersebut bervariasi tergantung dari kualitas. "Untuk harga belum bisa dipastikan," kata Lalu Taufikurahman.

Editorial Team

Related Article