Cuaca Ekstrem Bikin Pohon Tumbang dan Atap Rumah Warga NTB Beterbangan

Mataram, IDN Times - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan puting beliung menerjang tiga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat, Selasa (20/1/2026). Tiga daerah yang diterjang angin kencang di NTB, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga beterbangan diterjang angin kencang dan puting beliung. Selain itu, sejumlah rumah warga rusak tertimpa pohon tumbang di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Mataram.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin di Mataram, Selasa (20/1/2026) menjelaskan bahwa saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncaknya. Potensi hujan dengan intensitas tinggi pada dasarian III Januari 2026, sehingga masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor.
1. Angin kencang terjang empat kecamatan di Lombok Barat

Sadimin mengatakan angin kencang menerjang empat kecamatan di Lombok Barat pukul 04.00 - 06.00 WITA. Yaitu, Dusun Babakan, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Tanjung Bias Kecamatan Batu Layar, Dusun Murpadang, Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari dan Dusun Tongkek, Desa Kuripan Kecamatan Kuripan.
Dia menjelaskan pada Selasa, 20 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi pukul 04.00 - 06.00 WITA di wilayah Kabupaten Lombok Barat dan sekitarnya. Dampaknya, akses jalan tertutup akibat pohon tumbang sekitar satu jam di Dusun Babakan, Kelurahan Gerung Utara Kecamatan Gerung.
Begitu juga di Tanjung Bias Kecamatan Batu Layar, akses jalan tertutup akibat pohon tumbang di Jalan Raya Tanjung Bias. Sementara di Dusun Murpadang, Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari, satu rumah warga rusak tertimpa pohon tumbang. Sementara di Dusun Tongkek, Desa Kuripan Kecamatan Kuripan, satu unit fasilitas perkantoran UPT Bapenda Lombok Barat rusak ringan.
2. Atap rumah warga diterjang angin kencang di Sumbawa Barat

Sementara di Kabupaten Sumbawa Barat tepatnya di Desa Menemeng Kecamatan Brang Ene, angin kencang terjadi pukul 13.45 WITA. Akibatnya, atap rumah warga beterbangan diterjang angin kencang disertai hujan dan petir. Rumah warga yang rusak atas nama Abdul Azis, Sariman, Dahlan dan Firmansyah.
Masyarakat membutuhkan bantuan terpal untuk menutupi sementara atap rumah yang rusak. Sadimin mengatakan situasi sudah kondusif, namun masyarakat perlu diwaspadai potensi angin kencang karena sesuai prakiraan BMKG, cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai Rabu, 21 Januari 2026.
3. Angin puting beliung terjang Rusunawa di Kota Mataram

Sedangkan di Kota Mataram, angin kencang menerjang tiga kecamatan. Sadimin menjelaskan pada Selasa, 20 Januari 2026, terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mulai pukul 04.00 WITA sampai dengan pukul 06.00 WITA.
Di wilayah Kecamatan Ampenan, terjadi pohon tumbang, tiga unit rumah warga rusak ringan dan tiga lapak PKL juga rusak. Selain itu, angin puting beliung menerjang Rusunawa Bintaro yang menyebabkan bagian atap rusak berat yang mengakibatkan tiga kepala keluarga mengungsi. Sementara di wilayah kecamatan Selaparang dan Kecamatan Cakranegara, terjadi pohon tumbang pada sejumlah lokasi.

















