Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bupati Sumba Barat Tinjau RSUD Waikabubak yang Rusak Pascagempa

Bupati Sumba Barat Tinjau RSUD Waikabubak yang Rusak Pascagempa
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • RSUD Waikabubak di Sumba Barat mengalami kerusakan akibat gempa 17 Mei 2026, dan Bupati Yohanis Dade meninjau langsung kondisi bangunan bersama tim teknis dari Dinas PUPR.
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, seluruh pasien berhasil dievakuasi dengan aman sementara pelayanan kesehatan tetap dijaga agar berjalan optimal di bawah pengawasan pemerintah daerah.
  • BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5 dengan kedalaman 40 km di wilayah Loli, Sumba Barat, tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan naik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupang, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 17 Mei 2026 lalu.

Kerusakan fasilitas kesehatan itu ditinjau langsung oleh Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, pada Jumat (19/6/2026), sesaat setelah kembali dari kunungan kerja di Jakarta.

Dalam peninjauan tersebut, Yohanis didampingi tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Asisten II Sekretariat Daerah Sumba Barat, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

1. Pendataan kerusakan langsung dilakukan

Bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya meninjau pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak bersama petugas medis dan keluarga pasien.
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)

Selain RSUD Waikabubak, gempa juga menyebabkan kerusakan pada RS Lende Moripa. Sebelumnya, Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, telah lebih dulu meninjau kondisi pasien yang dievakuasi keluar gedung rumah sakit pascagempa.

Yohanis meminta tim teknis segera melakukan pendataan kerusakan dan menyusun kebutuhan anggaran renovasi agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan.

"Kita sudah lakukan pendataan agar perbaikannya bisa segera dilaksanakan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan aman dan optimal ke depannya," ujar Yohanis.

Ia juga menjadwalkan rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan OPD terkait untuk membahas langkah percepatan rehabilitasi fasilitas publik yang terdampak gempa.

2. Tak ada korban jiwa karena gempa

Seorang pejabat menunjuk retakan besar di dinding gedung Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak saat melakukan peninjauan kerusakan.
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)

Sementara itu, Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga memastikan seluruh pasien sempat dievakuasi ke area yang lebih aman, seperti koridor dan halaman rumah sakit, setelah gempa terjadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kerusakan ditemukan pada sejumlah dinding ruangan serta bagian interior, termasuk ruang kerja Direktur RSUD Waikabubak. Selain kerusakan struktural, sejumlah fasilitas non-struktural juga mengalami kerusakan.

"Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini. Pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan pengawasan ketat agar masyarakat tetap terlayani," kata Thimotius.

3. Jenis gempa dangkal

Tiga pria berdiri di dalam ruangan rumah sakit dengan dinding retak besar di atas pintu, meninjau kerusakan bangunan.
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)

Diketahui, gempa bumi tersebut awalnya tercatat berkekuatan Magnitudo 5,0 dan diperbarui menjadi Magnitudo 4,8. Gempa terjadi pada pukul 11.44.16 WITA dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 7 kilometer tenggara Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, pada kedalaman 40 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

"Gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," jelasnya.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Intensitas guncangan tercatat mencapai skala V-VI MMI di Loli, V MMI di Waikabubak, IV MMI di sebagian wilayah Waikabubak, III-IV MMI di Tambolaka, serta II-III MMI di Waingapu.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News NTB

See More