Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bentrok usai Pesta Komuni di Manggarai, Pemuda 19 Tahun Meninggal Dunia

Kota Mataram
3 min read
Bentrok usai Pesta Komuni di Manggarai, Pemuda 19 Tahun Meninggal Dunia
Polisi ke lokasi soal bentrokan antarwarga di Manggarai. (Dok Polres Manggarai)
  • Benediktus Paang (19) meninggal setelah bentrokan warga Kampung Timung dan Kampung Wohe saat pesta Komuni Suci Pertama di Paroki Timung, Manggarai.

  • Korban mengeluh sakit kepala dan perut sebelum dinyatakan meninggal; pemeriksaan menemukan sejumlah luka. Polisi membawa jenazah ke RSUD Ruteng atas izin keluarga.

  • Kematian korban memicu perusakan rumah dan pembakaran empat motor milik terduga pelaku. Polisi mengamankan situasi dan mendalami pihak-pihak yang terlibat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Benediktus Paang (19), seorang pemuda asal Kampung Timung, Desa Golo Cador, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meregang nyawa pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Peristiwa ini bermula dari bentrokan antarwarga Kampung Timung dan Kampung Wohe yang terjadi pada Jumat (18/9/2026) malam di sela pesta Komuni Suci Pertama di wilayah Paroki Timung.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah membenarkan kejadian tersebut dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026). Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Dan yang terpenting juga soal pengamanan serta informasi dan keterangan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," ungkap dia.

  1. 1. Alami sejumlah luka di tubuh saat meninggal

    Kondisi lokasi bentrokan antarwarga di Manggarai. (Dok Polres Manggarai)
    Kondisi lokasi bentrokan antarwarga di Manggarai. (Dok Polres Manggarai)

    Informasi awal yang diketahui, jelas dia, perkelahian itu bermula di jalan raya tepat di depan rumah seorang warga berinisial A.J yang menyelenggarakan pesta. Saling serang terjadi antara warga Kampung Timung, Desa Golo Cador, dengan sekelompok warga Kampung Wohe, Desa Bangka Jong.

    "Mereka yang terlibat diduga dalam pengaruhi minuman keras setelah yang dikonsumsi saat mengikuti pesta," kata dia.

    Paginya pasca bentrokan, Benediktus mengeluh sakit pada bagian kepala dan perut sehingga dilarikan ke ke Puskesmas Timung sekitar pukul 07.00 WITA.

    "Namun, berdasarkan pemeriksaan petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal sebelum sampai di fasilitas kesehatan tersebut," ungkapnya.

    Polisi atas izin keluarga membawa jenazah agar diperiksa lebih lanjut di RSUD Ruteng. Hasil pemeriksaan diketahui adanya benjolan dan lecet pada bagian pelipis kiri, lecet pada bagian perut sebelah kiri, bercak darah pada gusi, pembengkakan pada bagian dada, luka lecet di bawah payudara sebelah kanan serta bekas luka pada siku tangan kanan.

    Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka dengan pengawalan personel Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta Polres Manggarai.

  2. 2. Aksi balasan berupa pembakaran dan pengrusakan

    Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)
    Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)

    Kabar kematian pemuda ini pun memicu serangan dari sekitar 100 orang warga Kampung Timung ke Kampung Wohe kurang lebih pukul 07.30 WITA. Mereka mengincar IR yang diduga terlibat dengan penganiayaan Benediktus namun yang bersangkutan berhasil lolos.

    "Sayangnya, rumah IR mengalami kerusakan berat jadi sasaran amuk massa. Empat unit sepeda motor yang berada di depan rumah juga dibakar," ungkapnya.

    Personel Polres Manggarai yang dipimpin Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kasat Samapta sigap turun mengendalikan dan mengamankan situasi. Dalam situasi itu, kata dia, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari kedua kampung sama-sama dilibatkan untuk meredam emosi warga.

  3. 3. Minta warga tak terprovokasi

    Ilustrasi polisi tiba di TKP. (pexels/Pixabay)
    Ilustrasi polisi tiba di TKP. (pexels/Pixabay)

    Levi menyampaikan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut namun ia menegaskan agar masyarakat mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian.

    "Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak terprovokasi, dan mempercayakan kasus ini melalui jalur hukum dan komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan kekerasan atau aksi balasan,” ungkapnya.

    Polres Manggarai juga terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap secara terang fakta-fakta yang terjadi, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkelahian maupun peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More