Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Beberapa Wisata di Bima Tak Diminati Pengunjung karena Minim Fasilitas

Beberapa Wisata di Bima Tak Diminati Pengunjung karena Minim Fasilitas
Foto Pantai Lawata di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (IDN Times/Juliadin Sutarman)

Kota Bima, IDN Times - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tak menampik objek wisata yang ada masih minim fasilitas penunjang. Dua di antaranya adalah destinasi wisata Pantai Lawata dan Pondok Wisata UMKM di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota.

"Tidak bisa kita pungkiri, memang fasilitas pada objek wisata kita masih banyak yang kurang," kata Kepala Dispar Kota Bima, M Natsir dikonfirmasi, Selasa (25/7/2023).

1. Fasilitas memadai akan picu kunjungan wisatawan

Foto Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, M Natsir (IDN Times/Juliadin Sutarman)
Foto Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, M Natsir (IDN Times/Juliadin Sutarman)

Natsir mengatakan, pada dua objek destinasi andalan itu, perlu banyak dilakukan penambahan fasilitas penunjang. Sehingga nantinya bisa memacu minat dan meningkatkan kunjungan para pelaku wisatawan.

"Kami yakin, kalau fasilitas penunjang dihadirkan, tingkat kunjungan wisatawan pasti akan meningkat drastis," terang dia.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Dispar bersama pihak terkait terus melakukan upaya. Misalnya dengan membenahi dan melengkapi sejumlah fasilitas, terutama yang bisa jadi daya tarik wisatawan.

2. PAD baru capai Rp500 juta

potret Pantai Lawata di Bima (instagram.com/pulausumbawatrip)
potret Pantai Lawata di Bima (instagram.com/pulausumbawatrip)

Natsir mengaku tak heran banyak dampak dari kekurangan fasilitas pada objek wisata. Selain minim minat kunjungan, juga hal terpenting lain berpengaruh pada menurunnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dia mencontohkan, pada tahun 2020 lalu objek wisata hanya berhasil meraup PAD sebesar Rp700 juta. Kemudian di tahun 2023 ini, sejak Januari hingga Juli baru tercatat Rp500 juta dari target sebanyak Rp1,1 miliar.

"Masih banyak yang belum terpenuhi sesuai target PAD," terangnya.

3. Target PAD diharapkan bisa tercapai

Ilustrasi menerima uang tunai. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Ilustrasi menerima uang tunai. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Dengan sisa waktu 5 bulan kedepan, Natsir berharap PAD yang ditargetkan bisa terpenuhi. Jika bukan sesuai angka terget, paling tidak bisa menghasilkan sebanyak Rp1 miliar. 

"Kita harus optimis harus sesuai target. Kalau gak, paling tidak yang tercapai nanti sampai Rp1 miliar," tandasnya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD
Follow Us

Latest News NTB

See More

Polisi Ungkap Sindikat Pencuri dan Penjual Komodo dari NTT ke Thailand

08 Apr 2026, 17:29 WIBNews