Balita di Lotim Hilang Hanyut di Saluran Drainase saat Bermain Hujan

Mataram, IDN Times - Seorang balita bernama M. Azril Filah Busairi (4) di Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hanyut terseret arus saluran drainase. Korban dilaporkan hanyut di saluran drainase yang berada di depan SDN 1 Selong, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Selasa (24/2/2026).
Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan Lombok Timur melakukan operasi pencarian terhadap balita yang dilaporkan hanyut tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit SAR Lombok Timur, Gunawan, korban terseret arus saat bermain hujan di pinggiran drainase depan SDN 1 Selong.
1. Tim SAR lakukan penyisiran sepanjang saluran drainase

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian pada pukul 09.10 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan diberangkatkan menuju lokasi kejadian pukul 10.49 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait.
"Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut," kata Darwis, Selasa (24/2/2026).
Hingga saat ini, korban masih dalam status Dalam Pencarian (DP) dan operasi SAR terus dilakukan secara maksimal oleh Tim SAR gabungan. Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Rescuer Pos SAR Kayangan, SAR Unit Lombok Timur, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Damkarmat Lotim, BPBD Lotim, Polres Selong dan masyarakat setempat.
2. Balita terseret ombak di Sumbawa Barat

Sementara di Sumbawa Barat, seorang balita bernama Elvan Torik Atalaska (2) hilang terseret ombak di Pantai Poto Batu, Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (21/2/2026). Pencarian terhadap korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan.
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais menyampaikan bahwa informasi awal diterima dari Kepala Bidang di BPBD Sumbawa Barat, Amrullah, pada Sabtu (21/2/2026) malam. “Setelah menerima informasi, Kantor SAR Mataram segera mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Sumbawa menuju lokasi dengan menggunakan Rescue Car serta membawa peralatan SAR air,” jelas Kurais.
3. Korban bersama keluarga datang untuk berwisata

Dia menjelaskan bahwa korban datang ke Pantai Poto Batu bersama keluarga untuk berwisata sekitar pukul 14.00 WITA. Sekitar satu jam kemudian, korban tidak terlihat di area pantai dan diduga terseret ombak. Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian awal, namun hingga malam hari hasilnya masih nihil sehingga meminta bantuan SAR.
Memasuki hari keempat operasi pencarian pada Selasa (24/2/2026), Tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian berdasarkan perhitungan arah arus dan kemungkinan pergerakan korban. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet (rubber boat), pemantauan permukaan air, serta penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Hingga hari ini, korban masih belum ditemukan dan Operasi SAR terus dilaksanakan secara maksimal oleh Tim SAR Gabungan. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos SAR Sumbawa, BPBD Kabupaten Sumbawa Barat, Brimob Kompi B YON Pelopor, Polsek Taliwang, Koramil Taliwang, TNI AL Sumbawa, Polairud Maluk, Polairud Poto Tano, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, serta masyarakat setempat.


















