Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Bima Tak Melaut

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan di Bima Tak Melaut
Foto puluhan kapal ikan yang bersandar di pesisir Pantai Lawata (IDN Times/Juliadin)
Share Article

Bima, IDN Times - Gelombang tinggi dan angin kencang sepekan terakhir melanda laut di luar Teluk Bima. Cuaca ekstrem tersebut memaksa puluhan nelayan di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhenti melaut.

Terpantau, mereka memilih melabuhkan kapal ikan di kawasan bagian timur tepi Pantai Lawata Kota Bima. Puluhan kapal ini bahkan disebutkan selama sepekan terakhir hanya terparkir di pesisir laut setempat.

"Lebih kurang satu pekan terakhir kita parkir kapal di sini," jelas seorang nelayan bernama Sanyo Salence pada IDN Times, Rabu (28/12/2022).

1. Gelombang setinggi 4 meter

Ilustrasi gelombang tinggi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Ilustrasi gelombang tinggi (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Sanyo mengatakan, di lokasi yang biasa ia mencari ikan seperti di perairan Laut Sape, Soromandi, dan Tambora dilanda angin kencang dan gelombang tinggi. Bahkan ketinggian gelombang laut mencapai 4 meter.

"Gelombang di luar sana tinggi sekali, ada sampai 4 meter gitu," jelas warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu ini.

Kondisi tersebut memaksa ia bersama nelayan lainnya berhenti melaut dan menyandarkan kapal di tepi pantai. Jika dipaksa melaut, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

"Gak seberapa juga kok ikan yang didapatkan, karena gelombang gini juga berpengaruh terhadap pendapatan. Beda saat cuaca normal, yang kita dapat banyak," terangnya.

2. Para nelayan juga bersandar di 2 lokasi lain

Ilustrasi nelayan melaut. (Dok. KNTI)
Ilustrasi nelayan melaut. (Dok. KNTI)

Selain di lokasi setempat, mayoritas para nelayan, kata Sanyo ada yang memilih menyandarkan kapal di Pelabuhan Nggeri Kecamatan Soromandi. Kemudian di Dermaga Bonto, Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima.

Malah pada dua titik tersebut, dinilai lebih banyak kapal yang bersandar. Karena area sandaran kapal ikan di sana lebih luas dibandingkan tepi Pantai Lawata.

"Gak seberapa di sini, kapal ikan yang bersandar itu kebanyakan di Dermaga Bonto dan Nggeri," terangnya.

3. Cuaca buruk diharapkan cepat berakhir

Foto hanya ilustrasi (Unsplash/Tim Marshall)
Foto hanya ilustrasi (Unsplash/Tim Marshall)

Sejak dilanda gelombang tinggi, dia bersama kawan-kawan tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa mengisi kekosongan aktivitas dengan memperbaiki jaring ikan dan kapal yang rusak.

"Gak ada si aktivitas lain, kecuali perbaiki kapal dan jaring ikan," beber dia.

Sanyo berharap cuaca buruk ini cepat berakhir. Agar ia bersama nelayan lainnya bisa beraktivitas, kembali melaut di luar Teluk Bima. Tanpa diguncang gelombang laut yang mengancam keselamatan.

"Semoga cuaca buruk ini cepat berakhir, biar kami bisa kembali cari nafkah," harapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Sri Gunawan Wibisono
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Geram PAD NTT Masih 20 Persen, Gubernur Melki Ancam Copot Pejabat

08 Jun 2026, 17:16 WIBNews