5 Tips Mencegah Serangan Hama dan Serangga di Musim Hujan

Di musim penghujan, intensitas air hujan yang meningkat membuat kelembapan suhu juga meningkat. Kelembapan inilah yang menjadi sarang hidup serangga dan hama. Mereka banyak menghinggapi tanaman-tanaman yang berada di luar luar ruangan.
Sayangnya, tidak semua serangga berdampak baik pada tanaman. Keberadaan serangga seperti lebah dan kupu-kupu memang membantu penyerbukan, berbeda dengan serangga kecil-kecil yang kerap memakan daun dan menularkan penyakit ke tanaman. Untuk menghindari serangan hama, kamu bisa mengikuti beberapa cara berikut.
1. Bangun greenhouse

Greenhouse atau biasa disebut rumah kaca adalah bangunan yang dibuat dengan material transparan seperti plastik. Greenhouse banyak digunakan untuk pertanian skala besar. Namun, kamu bisa membangun greenhouse ukuran kecil hingga sedang.
Membangun greenhouse adalah solusi yang tepat untuk melindungi tanaman-tanaman dari hama serangga, terutama tanaman yang rentan terkena hama seperti sayuran dan buah.
Dengan berkurangnya hama, maka kamu tidak perlu terlalu sering mengaplikasikan pestisida pada tanaman. Greenhouse juga dapat melindungi tanaman terkena air hujan secara berlebihan.
2. Tutup permukaan media tanam dengan mulsa

Mulsa adalah lapisan yang menutupi permukaan media tanaman. Mulsa dapat terbuat dari plastik atau terbuat dari bahan alami seperti sabut kelapa. Kehadiran mulsa dapat mempertahankan kelembapan media tanam, sekaligus dapat mencegah media tanam terendam air akibat air hujan.
Dengan menjaga tingkat kelembapan media tanam, maka tanaman dapat tehindar dari patogen dan penyakit. Mulsa juga berfungsi mencegah gulma tumbuh di sekitar media tanam yang menghambat pertumbuhan tanaman.
Bila kamu memiliki raised bed atau bedengan, disarankan untuk menggunakan mulsa plastik. Karena penerapannya lebih praktis dan mudah. Sedangkan untuk pot atau wadah tanaman yang lebih kecil, kamu bisa memanfaatkan sabut kelapa, pelepah pisang, atau kerikil batu sebagai mulsa.
3. Jaga kelancaran drainase pot

Selama musim hujan, hampir tiap hari tanaman terkena air hujan. Genangan air pada pot dapat menyebabkan akar membusuk. Untuk itu dibutuhkan lubang drainase agar air tidak tersimpan di dalam pot.
Drainase yang baik sangat membantu air mengalir dari permukaan ke bagian paling bawah pot. Jadi, pastikan lubang di bawah pot tidak tersumbat agar aliran air lancar.
4. Letakkan yellow trap di sekitar tanaman

Hewan serangga sering kali menempel pada daun atau buah tanaman. Mereka biasa hinggap, menempelkan telur, atau menggerogoti daun. Apalagi dengan kondisi cuaca lembab yang membuat mereka semakin cepat berkembang biak.
Kamu bisa menanggulangi serangga dengan memasang yellow trap di sekitar tanaman. Yellow trap merupakan perangkap serangga berwarna kuning. Selain untuk mendeteksi bau, sensor serangga juga lebih tertarik akan benda yang berwarna kuning.
Yellow trap berupa kertas yang ditempeli perekat seperti lem. Perekat ini berfungsi untuk menjebak serangga. Yellow trap dapat dibuat sendiri dan perangkap ini mudah ditemukan di berbagai toko pertanian.
5. Gunakan bumbu dapur sebagai pestisida nabati

Jika tanamanmu terlanjur diserang hama, maka tidak ada cara lain selain mengusirnya dengan pestisida. Akan tetapi, kamu tidak harus menyemprotkan pestisida kimia secara langsung pada tanaman. Kamu dapat memanfaatkan bumbu dapur untuk diolah menjadi pestisida nabati, yang tentunya lebih ramah lingkungan.
Di antara bumbu dapur yang bisa kamu pakai ada bawang putih, cabai, jahe, dan serai. Bahkan kamu dapat mengolah daun pepaya menjadi insektisida alami. Namun, tetap perhatikan cara pengolahan dan pengaplikasian pestisida dengan benar dan sesuai dengan dosis.
Di musim hujan, tanaman di kebun harus mendapatkan perawatan ekstra. Cuaca hujan dan sedikitnya paparan sinar matahari membuat berbagai penyakit dan hama serangga hinggap pada tanaman. Jangan lupa untuk terus memperhatikan nutrisi tanaman selama musim hujan.


















