NTB Tunggu Kejelasan Pembangunan Gedung DPRD yang Dibakar Massa

- Pemerintah Provinsi NTB masih menunggu kepastian pembangunan Gedung DPRD yang dibakar massa, dengan rencana penanganan proyek oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan setempat.
- Gubernur NTB telah mengajukan anggaran Rp200 miliar untuk pembangunan gedung baru, namun besaran dana yang disetujui pemerintah pusat masih menunggu hasil kajian kementerian terkait.
- Barang-barang yang terbakar di Gedung DPRD NTB telah dilelang senilai Rp720 juta, sementara total kerugian akibat pembakaran dan penjarahan aset daerah diperkirakan mencapai Rp30 miliar.
Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menunggu kejelasan pembangunan Gedung DPRD NTB yang dibakar massa dalam aksi demonstrasi pada 30 Agustus 2025. Rencananya, pembangunan Gedung DPRD NTB itu akan ditangani Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Sekretaris DPRD NTB Hendra Saputra mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB Kementerian PU. "Informasi terakhir sekitar bulan September (konstruksi), tetapi untuk pastinya saya masih menunggu kepastian besok mengenai DED (Detailed Engineering Design) dan semuanya," kata Hendra dikonfirmasi di Mataram, Jumat (17/4/2026).
1. Proyek fisik belum dilelang

Hendra menjelaskan hingga saat ini, pengerjaan fisik atau konstruksi Gedung DPRD NTB belum dilakukan lelang. Lelang proyek fisik masih menunggu selesainya pengerjaan DED. Namun, informasi yang diperoleh, pengerjaan fisik Gedung DPRD NTB ditargetkan dimulai pada September mendatang.
"Mengenai anggaran, tidak ada dari APBD. Semuanya langsung menggunakan dana APBN. Targetnya, konstruksi akan dimulai tahun ini, kemungkinan pada bulan September," terangnya.
2. Gubernur ajukan anggaran Rp200 miliar

Untuk pembangunan Gedung DPRD NTB, Hendra menyebutkan bahwa Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah mengajukan anggaran sebesar Rp200 miliar. Namun, belum diketahui berapa anggaran yang disetujui dari usulan tersebut. Tetapi, dia memastikan perbaikan Gedung DPRD NTB yang hangus dibakar massa pada 30 Agustus 2025 itu pada tahun ini.
"Anggaran yang diajukan Rp200 miliar. Namun, angka ini masih akan dikaji kembali oleh kementerian. DPRD sudah bersurat, dan Gubernur juga sudah bersurat. Jadi, kita tunggu saja proses di pusat," jelasnya.
3. Barang yang hangus terbakar dilelang Rp720 juta

Hendra menyebutkan untuk barang-barang yang hangus terbakar di Gedung DPRD NTB sudah dilakukan lelang KPKNL. Lelangnya dimulai pada 5 April lalu dengan nilai lelang sebesar Rp720 juta. Saat ini, pemenang lelang sedang mengambil barang-barang yang terbakar di Gedung DPRD NTB.
Hendra menyebutkan nilai kerugian akibat pembakaran dan penjarahan aset daerah di Gedung DPRD NTB mencapai Rp30 miliar. Dalam aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025, selain membakar Gedung Utama DPRD NTB, massa juga melakukan penjarahan barang-barang milik daerah.
Sementara Gedung Sekretariat DPRD NTB yang mengalami kerusakan sedang sudah dilakukan rehabilitasi oleh Kementerian PU pada 2025. Sekarang, gedung tersebut sudah mulai digunakan untuk kesekretariatan DPRD NTB.

















