Dinas Peternakan Lotim Buru Anjing Liar yang Tewaskan Pelajar

- Seorang pelajar 11 tahun di Desa Semaya, Lombok Timur, tewas diserang kawanan anjing liar saat bermain layang-layang di area persawahan.
- Dinas Peternakan Lombok Timur memburu anjing liar tersebut untuk dilakukan eliminasi selektif dan pemeriksaan kemungkinan rabies.
- Warga Kecamatan Sikur dan sekitarnya diminta tetap waspada serta segera melapor jika menemukan anjing mencurigakan di area terbuka.
Lombok Timur – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tengah memburu kawanan anjing liar yang menewaskan seorang pelajar. Peristiwa itu terjadi di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, pada Senin (13/4/2026).
RJ, laki-laki berusia 11 tahun, tewas setelah diserang kawanan anjing liar saat bermain layang-layang. Korban, siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI), meninggal akibat pendarahan setelah mengalami gigitan di sejumlah bagian tubuh vital.
Kawanan anjing liar tersebut yang menyerang korban kini dilaporkan menghilang. Hal ini membuat petugas kesulitan untuk mencari lokasi pelarian maupun persembunyian anjing tersebut. Warga setempat pun diimbau untuk tetap waspada.
1. Akan dilakukan eliminasi

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Drh. Hultatang mengatakan, anjing liar yang menggigit itu rencananya akan dilakukan eliminasi selektif. Anjing itu kemudian bakal dijadikan sampel guna mengetahui apakah mengidap virus rabies atau tidak.
"Kita sedang mencari anjing yang menggigit pelajar tewas itu, tapi (anjingnya) menghilang," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Hultatang menyampaikan, pihaknya telah turun ke lokasi kejadian. Lokasi tersebut berada jauh dari pemukiman penduduk, tepatnya di area persawahan. Peristiwa tragis itu bermula ketika korban bersama temannya sedang mengejar layang-layang di areal persawahan. Di sisi lain lokasi yang sama, terdapat seekor anjing yang baru saja selesai melahirkan.
"Karena apa yang dilakukan korban dianggap memprovokasi anjing atau benteng pertahanannya, sehingga (anjing) menjadi reaktif dan menyerang korban," kata dia.
2. Belum diketahui anjing mengidap rabies atau tidak

Hultatang menambahkan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah anjing liar yang menggigit tersebut mengidap rabies atau tidak. Ia menjelaskan, ciri-ciri anjing yang mengidap rabies biasanya akan terus menyerang mencari korban, namun tidak bisa bertahan lama dan akan mati.
"Makanya kita sedang cari anjing yang menggigit itu untuk kita lakukan eliminasi selektif," tambahnya.
3. Warga dihimbau tetap waspada

Masyarakat di sekitar Kecamatan Sikur dan wilayah Lombok Timur diimbau untuk sementara waktu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area persawahan atau lahan terbuka. Jika menemukan anjing yang mencurigakan, warga diminta segera melapor ke petugas terkait.
"Kita himbau warga tetap waspada, jika menemukan segera dilaporkan," pungkas Hulutatang.











![[QUIZ] Seberapa Jauh Buku Membantumu Memahami Diri Sendiri?](https://image.idntimes.com/post/20260220/pexels-olly-3781775_e3c11289-f74b-430f-9570-0c2cbe3b19e8.jpg)
![[QUIZ] Jawab Kuis ini dan Cari Tahu Apakah Sebenarnya Kamu Punya EQ Tinggi](https://image.idntimes.com/post/20251212/pexels-officialdsv-20438447_cba3cce1-8002-4dcf-be78-6a3fc36030c3.jpg)




