Ratusan GM Hotel Kumpul di Lombok untuk Bahas Pemulihan Sektor Pariwisata

Lombok Barat, IDN Times - Sebanyak 156 General Manager (GM) hotel dari seluruh Indonesia kumpul di Lombok untuk membahas percepatan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata. Ratusan bos hotel yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 16-18 April 2026 di Kawasan Wisata Senggigi, Lombok Barat.
Ketua Umum IHGMA I Gede Arya Pering Arimbawa mengatakan acara tersebut bukan sekadar pertemuan rutin. Melainkan langkah IHGMA dalam memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata.
1. Wadah konsolidasi GM hotel merumuskan standar pelayanan dan inovasi perhotelan masa depan

Gede mengatakan Rakernas 2026 menjadi wadah konsolidasi para GM Hotel se-Indonesia untuk merumuskan standar pelayanan dan inovasi perhotelan masa depan. Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah sejak tahun lalu cukup berdampak pada sektor pariwisata khususnya perhotelan.
Selain itu, perang Israel-AS dan Iran di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada sektor pariwisata. Dari Rakernas tersebut, nantinya akan ada masukan yang akan diberikan kepada pemerintah terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata.
2. Promosikan destinasi wisata NTB

Gede mengungkapkan alasan memilih Lombok sebagai tuan rumah Rakernas IHGMA 2026. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga promosi masif destinasi wisata NTB ke level internasional melalui jaringan ribuan anggota IHGMA di seluruh Indonesia.
"Kami ingin memastikan bahwa Rakernas ini memberikan manfaat nyata bagi daerah. NTB memiliki potensi luar biasa, dan melalui acara ini, kita tunjukkan kepada dunia bahwa Senggigi dan sekitarnya siap menyambut wisatawan dengan standar keramahtamahan tertinggi," ujarnya.
3. Dampak efisiensi anggaran bagi industri perhotelan

Sekjen IHGMA Nawawi Halik menambahkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah cukup berpengaruh terhadap industri perhotelan. Namun, besaran dampak setiap daerah berbeda-beda. Namun, secara nasional, kata dia, efisiensi anggaran berdampak sekitar 27-30 persen terhadap industri perhotelan.
"Kalau berbicara secara nasional sekitar 27 sampai 30 persen pengaruhnya efisiensi. Yang paling terasa pada tahun lalu sampai bulan Juni-Juli," kata dia.
Nawawi menjelaskan sektor perhotelan punya kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dan pajak. Dia menyebutkan pada sejumlah daerah, sektor perhotelan menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar. Selain itu, sektor perhotelan juga berkontribusi dalam mendatangkan tamu atau wisatawan.
Ketua IHGMA NTB, Lalu Kusnawan, mengatakan Rakernas yang digelar di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat diharapkan menjadi pemicu bangkitnya sektor pariwisata di NTB khususnya kawasan Senggigi. Dia mengatakan IHGMA akan terus mendukung pengembangan sektor pariwisata NTB secara berkelanjutan.

















