13 Ribu Tabung Gas Subsidi Disalahgunakan untuk Kandang Ayam di Lombok Timur

- Satgas Elpiji Lombok Timur menemukan lebih dari 13.000 tabung gas subsidi 3 kg disalahgunakan untuk pemanas kandang ayam, memicu kelangkaan gas bagi masyarakat berhak.
- Pemerintah daerah bersama Pertamina menyiapkan skema penukaran tabung subsidi ke non-subsidi agar peternak tetap beroperasi tanpa melanggar aturan penggunaan elpiji bersubsidi.
- Bupati Lombok Timur mengimbau warga mampu beralih ke elpiji non-subsidi dan memastikan pasokan serta distribusi gas di wilayahnya mulai kembali normal melalui operasi pasar.
Lombok Timur, IDN Times – Temuan mengejutkan terungkap di Kabupaten Lombok Timur. Satuan Tugas (Satgas) Elpiji setempat mendapati lebih dari 13.000 tabung gas melon 3 kilogram diduga digunakan bukan untuk rumah tangga miskin, melainkan sebagai penghangat suhu kandang ayam.
Jumlah tersebut merupakan asumsi penggunaan pada sekitar 200 kandang ayam dan dinilai menjadi salah satu pemicu utama kelangkaan gas elpiji subsidi di Lombok Timur. Kondisi ini pun memicu perhatian karena gas subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
1. Sebanyak 4 hingga 6 tabung per hari

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, M. Juaini Taofik mengatakan, konsumsi tabung elpiji 3 Kg oleh kandang ayam cukup tinggi. Setiap hari rata-rata satu kandang menghabiskan 4-6 tabung perhari. Sehingga jika dirata-rata perbulan 120-180 tabung per bulan.
"Dari hasil sidak, penggunaan gas elpiji 3 kilogram di kandang ayam tersebut cukup tinggi, yakni mencapai 40 hingga 60 tabung per 10 hari per satu kandang," ungkap Taofik.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan memfasilitasi penukaran tabung 3 kilogram milik pengusaha kandang ayam ke tabung ukuran 12 kilogram atau tabung non subsidi. Skema ini dilakukan melalui kerja sama dengan Pertamina.
"Tujuannya agar ekonomi peternak tetap berputar tanpa melanggar regulasi yang mengatur penggunaan gas subsidi hanya untuk masyarakat tidak mampu," ujar Taofik.
2. Razia di Pelabuhan Kayangan

Selain menyisir kandang ayam, Satgas Elpiji Lotim juga melakukan razia di Pelabuhan Kayangan untuk menindaklanjuti dugaan pengiriman elpiji secara sembunyi-sembunyi ke Pulau Sumbawa. Namun hingga saat ini, tidak ditemukan bukti pelanggaran tersebut.
"Sumbawa kan belum konversi, sehingga ada kemungkinan tabung ini diselundupkan ke Sumbawa. Tapi hasil razia tidak ditemukan bukti adanya penyelundupan," sebut Taofik.
3. Imbau beralih ke non-subsidi

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengimbau masyarakat yang tergolong mampu untuk segera beralih menggunakan elpiji non subsidi. Hal ini penting agar penggunaan elpiji benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi lagi kelangkaan di tengah-tengah masyarakat.
Dirinya langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi atas kelangkaan ini sekaligus menjawab kebutuhan para peternak ayam yang selama ini menggantungkan diri pada gas subsidi.
Warisin mengklaim situasi pasokan elpiji di masyarakat berangsur-angsur pulih. Operasi pasar yang digencarkan dan jadwal pendistribusian ke pangkalan mulai kembali normal.
"Saya dapat laporan bahwa jadwal untuk hari ini sudah terekam semuanya, tidak seperti beberapa saat lalu. Artinya pendistribusian terpantau mulai normal dan datanya mulai rapi," jelasnya.

















