2.000 Lulusan SMK NTB Dikirim Magang ke Jepang, Gaji Mulai Rp17 Juta

Mataram, IDN Times - Sebanyak 2.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal dikirim magang ke Jepang pada tahun 2026 ini. Jepang menyiapkan kuota sebanyak 45.000 orang untuk Indonesia, dari jumlah itu NTB mendapatkan kuota 2.000 orang.
Gaji atau uang saku yang diperoleh peserta pemagangan ke Jepang cukup besar. Bagi peserta yang menguasai bahasa Jepang level N2 atau tingkat menengah atas, gaji yang diperoleh mulai dari Rp17 juta hingga Rp25 juta.
1. Program pemagangan ke Jepang dari Kemendes PDT

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan menjelaskan rencana pengiriman 2.000 lulusan SMK asal NTB ini baru saja dibahas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Indonesia Research Institute Japan yang merupakan mitra Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) pada Rabu (15/4/2026) sore.
"Bahwa NTB itu akan mendapat jatah dari Kemendes itu 2.000 tenaga yang disiapkan untuk mengikuti pendidikan dan sekaligus bisa magang ke Jepang," kata Aidy dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Rabu (15/4/2026) sore.
Aidy menargetkan kuota sebanyak 2.000 orang lulusan SMK dari NTB dapat terpenuhi tahun ini. "Karena ternyata dari Jepang itu disiapkan kuota 45.000 orang se-Indonesia," tambahnya.
Untuk menyiapkan lulusan SMK yang siap dikirim magang ke Jepang, perlu menyiapkan instruktur. Karena menurutnya ini yang paling mudah dalam jangka pendek. "Kalau instruktur ini bisa bekerja sama dengan mitra tadi menyiapkan instrukturnya, kemudian kita latih," jelasnya.
2. Penguasaan Bahasa Jepang sejak kelas 2 SMK

Langkah lainnya yang akan disiapkan Disnakertrans NTB, nantinya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Yaitu penyiapan siswa SMK sejak kelas 2 agar bisa menguasai Bahasa Jepang. Sehingga ketika lulus nantinya, bisa mengikuti program pemagangan ke Jepang.
"Sehingga begitu dia tamat nanti, anak-anak yang memang sudah punya keinginan kuat ke Jepang, kita rekrut sejak awal. Bahkan sejak masuk kata Pak Gubernur dan kita mulai kelas 1, kelas 2, kelas 3," kata eks Kepala Dinas Dikbud NTB ini.
Ketika siswa SMK sudah tamat, mereka tidak lagi mendaftar kursus Bahasa Jepang. Mereka tinggal mengasah kemampuan atau skill sesuai yang dibutuhkan di Jepang.
"Kita mulai kelas 3 sekarang, mana yang memang potensial dan siap itu yang kita kirim. Kalau tidak, kita mulai menyiapkannya sejak tahun ini pada tahun ajaran baru," imbuhnya.
3. Gaji mulai Rp17 juta hingga Rp25 juta

Aidy menyebutkan lulusan SMK yang dibutuhkan dalam program pemagangan ke Jepang ini seperti tenaga kesehatan, industri, teknologi dan komputer. Gaji atau uang saku yang diperoleh setiap bulan bagi peserta pemagangan ke Jepang berkisar antara Rp17 juta hingga Rp25 juta.
Menurut Aidy, program magang ke Jepang bagi lulusan SMK ini salah satu solusi mengatasi masih tingginya tingkat pengangguran terbuka jenjang pendidikan SMK. Program magang ke Jepang menjadi terobosan yang dilakukan pemerintah daerah bekerjasama dengan Kemendes PDT.












![[QUIZ] Seberapa Jauh Buku Membantumu Memahami Diri Sendiri?](https://image.idntimes.com/post/20260220/pexels-olly-3781775_e3c11289-f74b-430f-9570-0c2cbe3b19e8.jpg)
![[QUIZ] Jawab Kuis ini dan Cari Tahu Apakah Sebenarnya Kamu Punya EQ Tinggi](https://image.idntimes.com/post/20251212/pexels-officialdsv-20438447_cba3cce1-8002-4dcf-be78-6a3fc36030c3.jpg)




