Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Bencana, NTT Masih Terancam Bibit Siklon Tropis hingga Akhir Februari

ilustrasi siklon tropis
ilustrasi siklon tropis (pixabay.com/janeb13)
Intinya sih...
  • BMKG mencatat lima faktor atmosfer yang memperkuat potensi cuaca ekstrem di NTT
  • Potensi bibit siklon tropis berpotensi memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang
  • Bibit Siklon Tropis 98P terbentuk di Australia dan memberikan dampak pada perairan Indonesia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) soal ancaman munculnya bibit siklon tropis di wilayah selatan NTT. Kondisi ini akibat cuaca ekstrem yang masih tinggi pada puncak musim hujan hingga akhir Februari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, menjelaskan NTT tengah berada pada fase paling aktif musim hujan. Kondisi tersebut diperparah oleh sejumlah fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan. Warga diimbau waspada terhadap bencana.

1. Lima fenomena aktif

Ilustrasi Kantor BMKG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
Ilustrasi Kantor BMKG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

BMKG mencatat sedikitnya lima faktor atmosfer yang memperkuat potensi cuaca ekstrem di NTT di antaranya :

- Monsun Asia aktif, mendorong massa udara basah masuk ke Indonesia.

- Tekanan rendah di selatan NTT, berpotensi berkembang menjadi sistem siklonik.

- Gelombang atmosfer tropis seperti MJO, Rossby, dan Kelvin sedang aktif.

- IOD negatif dan La Niña lemah, meningkatkan suplai uap air dari Samudera Hindia.

- Kelembapan udara tinggi, didukung suhu muka laut yang hangat di sekitar NTT.

BMKG menegaskan periode Januari - akhir Februari merupakan puncak musim hujan di NTT. Pada fase ini, curah hujan berada pada level tertinggi dalam setahun, sehingga risiko bencana hidrometeorologi juga ikut meningkat.

Beberapa potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

2. Potensi bibit siklon dan imbauan

Tampak depan kantor BMKG NTT. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)
Tampak depan kantor BMKG NTT. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)

Kondisi berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai petir serta angin kencang. Sementara pusat tekanan rendah dapat terbentuk di sekitar selatan NTT yang berpotensi berkembang menjadi bibit siklon tropis.

"Hingga menjadi Siklon Tropis, pusat tekanan rendah tersebut dapat terbentuk di sekitar wilayah selatan NTT. Fenomena tersebut menimbulkan pertemuan, perlambatan dan belokan angin yang dapat menyebabkan peningkatan curah hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang sehingga dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi,” jelasnya, Kamis (29/1/2026).

Kondisi tersebut berisiko menimbulkan hujan sedang hingga sangat lebat, disertai kilat atau petir serta angin kencang. Dampaknya bisa meluas, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kerusakan akibat terpaan angin.

Warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk lebih waspada. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar sungai, lereng curam, dan lokasi rawan longsor saat hujan lebat.

Warga juga disarankan mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin serta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial resmi BMKG.

“Cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah cepat, sehingga masyarakat perlu terus memperbarui informasi,” ujar Sti Nenot’ek.

3. Muncul Bibit Siklon Tropis 98P

IMG_20260130_155023.jpg
Bibit Siklon 98P menuju barat Indonesia. (Dok BMKG)

Sti juga melaporkan Bibit Siklon Tropis 98P yang terbentuk pada 29 Januari 2026, pukul 13.00 WIB. Berdasarkan analisis pada Jum’at (30/1/2026) pukul 07.00 WIB, bibit ini berada di teluk Carpentaria bagian barat, Australia. Bibit ini cenderung persisten dan perlahan meningkat yang ditandai dengan pola sirkulasi yang masih berkembang dan pergerakan ke arah barat.

Bibit Siklon Tropis 98P memberikan dampak tidak langsung terhadap perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 31 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Dampaknya berupa tinggi gelombang kategori sedang (1.25 - 2.5 meter) di Perairan Kepulauan (Kep) Sermata – Kep. Leti –Kep. Tanimbar – Kep. Kai – Kep. Aru dan Laut Arafuru.

Berdasarkan prediksi BMKG dilihat dari pola sirkulasi yang semakin terorganisir dengan pergerakan cenderung stasioner. Potensi bibit 98P menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam dalam kategori peluang rendah.

Share
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

NTB Ditargetkan Bangun 600 Gerai Koperasi Merah Putih hingga Februari

30 Jan 2026, 20:19 WIBNews