Dendam di Arena Pasola, Seorang Warga di NTT Tewas Dibacok 5 Pria

- Korban diserang saat menonton latihan Pasola di lapangan SD Masehi Kori, Sumba Barat Daya.
- Lima pria pelaku kabur setelah korban tewas akibat serangan brutal dengan senjata tajam.
- Motif penyerangan diduga akibat dendam lama antara dua kelompok warga yang berasal dari Kampung Lenang dan Kampung Watukahale.
Kupang, IDN Times - Arena pasola di lapangan SD Masehi Kori, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi tempat berdarah. Seorang pemuda bernama Agustinus Radu Lota alias Radu Poma (32) tewas setelah diserang lima pria saat menonton latihan tradisi Pasola di lapangan tersebut.
Peristiwa ini disebabkan oleh dendam lama antara lima pria yang menyerangnya pada Rabu (28/1/2026). Mereka menganiaya korban dengan dengan kayu hingga dibacok menggunakan senjata tajam.
1. Diserang saat menonton latihan Pasola

Mulanya korban yang merupakan warga Kampung Watukahale lewat bersama rekannya, Dominggus Gheru Kaka (24), menggunakan sepeda motor dekat arena tersebut. Mereka pun memutuskan berhenti untuk menyaksikan latihan atraksi berkuda sambil melempar lembing kayu khas Sumba.
Saat itu korban duduk di pinggir jalan tepi lapangan sementara Dominggus berada di tribun di dekatnya. Ketika keduanya asyik menonton atraksi itu tiba-tiba kepala korban dihantam dengan kayu oleh salah seorang pelaku di bagian kepala.
"Beberapa pelaku lain ikut turun tangan. Korban sempat berusaha melarikan diri, namun pelaku lain mengejar dan menyerangnya dengan senjata tajam. Sementara lokasi kejadian ini sendiri kerap dijadikan tempat latihan Pasola setiap Rabu dan Sabtu sore," jelas Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu, membenarkan peristiwa tersebut, Kamis (29/1/2026).
2. Pelaku kabur setelah korban tewas

Lima terduga pelaku masing-masing berinisial RR (41), RM (32), RJ (28), M (25), dan RB (26). Mereka diketahui merupakan warga Kampung Lenang, Desa Nanggamutu, Kecamatan Kodi Utara.
Mereka menyerang korban bersama-sama hingga korban akhirnya terjatuh. Mereka menyerang korban dengan brutal dan secara berulang hingga pria itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Saksi yang adalah teman korban itu sempat berteriak dan coba menghentikan para pelaku berhenti, tetapi tidak dihiraukan para pelaku. Mereka langsung kabur begitu korban tak lagi bernyawa.
“Tim dari Polsek dan Polres Sumba Barat Daya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” tukasnya.
3. Akibat dendam lama

Sementara ini polisi menduga motif penyerangan tersebut ialah akibat dendam para pelaku terhadap konflik lama antara Kampung Lenang dan Kampung Watukahale. Pada 2023 lalu, kata dia, sempat terjadi, penyerangan dan pembakaran rumah yang melibatkan kedua kelompok warga ini.
"Ketegangan itu disebut berawal dari kasus penganiayaan dan pencurian seng di lapak jualan Pasar Kori," jelas dia.
Aparat kepolisian bersama pihak kecamatan, desa, serta tokoh adat Rato Marapu sebelumnya telah berulang kali mengimbau agar latihan di lapangan itu tidak dilakukan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, insiden tragis ini justru terjadi di tengah aktivitas tersebut dan kini menambah daftar konflik berdarah yang dipicu persoalan lama di wilayah itu.

















