Usai Gempa di Lembata, Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Naik Signifikan

- Gunung Ile Lewotolok di Lembata menunjukkan lonjakan aktivitas vulkanik setelah gempa magnitudo 2,8, dengan tercatat 41 kali gempa vulkanik dalam periode pengamatan singkat.
- Status gunung tetap di Level II atau Waspada, dan warga diminta menjauhi radius 2 kilometer dari kawah serta memakai masker untuk menghindari abu vulkanik.
- BMKG melaporkan aktivitas seismik masih berlanjut hingga 20 April 2026 dengan beberapa gempa kecil, sambil mengimbau masyarakat memantau informasi resmi dan tetap waspada.
Kupang, IDN Times - Badan Geologi mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,8 pada Minggu (19/4/2026) pukul 01.31 WITA.
Peningkatan aktivitas tersebut ditandai dengan lonjakan signifikan gempa vulkanik dalam, yang menjadi indikator pergerakan magma di kedalaman.
1. Puluhan kali gempa vulkanik dalam

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WITA tercatat sebanyak 41 kali gempa vulkanik dalam.
“Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan pola sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Lana, peningkatan aktivitas serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada 9 April 2026, aktivitas gempa tektonik lokal di kawasan Ile Lewotolok sempat meningkat, namun kemudian mereda sebelum kembali naik pada 19 April.
2. Status Waspada

Meski demikian, status Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat diminta tetap siaga terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi.
“Waspadai potensi guguran lava dan awan panas di beberapa sektor gunung,” imbaunya.
Berdasarkan hasil pemantauan, gunung api tersebut masih aktif mengeluarkan asap dari kawah dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 100 hingga 500 meter.
Badan Geologi juga mengimbau warga dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, masyarakat diminta menggunakan masker guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
3. Masih terjadi gempa di Lembata

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas seismik di sekitar Lembata masih terus berlangsung hingga Senin (20/4/2026) dini hari.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyebutkan sejumlah gempa kecil masih terjadi, di antaranya magnitudo 2,4 pada pukul 04.20 WIB di kedalaman 52 kilometer, magnitudo 1,8 pada pukul 03.13 WIB di kedalaman 100 kilometer, serta magnitudo 1,3 pada pukul 02.39 WIB di kedalaman 6 kilometer.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG,” ujarnya.


















