Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Korban Gempa NTT: 40 Warga Meninggal dan 50 Orang Luka-Luka
Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
  • Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi; hingga 18.30 WITA, 90 korban telah dievakuasi, terdiri dari 40 meninggal dan 50 luka berat.
  • Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel, sarana, potensi SAR se-Flores, serta KN SAR Puntadewa untuk mempercepat pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak.
  • Sebanyak 281 personel gabungan dari berbagai instansi menjalankan operasi SAR; pencarian memprioritaskan korban tertimbun reruntuhan dan evakuasi warga ke lokasi aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WUITA

Gempa bumi magnitudo 7,7 melanda NTT. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Sabtu (15/8/2026) hingga pukul 18.30 WITA

Tim SAR gabungan mengevakuasi 90 korban dari wilayah terdampak gempa di Nagekeo.

Sabtu malam (15/8/2026)

Kantor SAR Maumere melaporkan 40 korban meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka berat.

Hingga saat ini

Operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Sebanyak 281 personel gabungan dikerahkan untuk membantu korban.

Saat ini

Pencarian diprioritaskan terhadap korban yang tertimbun reruntuhan bangunan serta evakuasi warga ke lokasi aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, NTT, menyebabkan 40 warga meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka berat. Sebanyak 90 korban telah dievakuasi hingga pukul 18.30 WITA.
  • Who?
    Korban mencakup 40 warga meninggal dan 50 warga luka berat. Operasi ditangani 281 personel gabungan dari TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, dan potensi SAR lainnya.
  • Where?
    Gempa melanda wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan pusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay. Pencarian dan pertolongan dilakukan di sejumlah titik terdampak di Nagekeo.
  • When?
    Gempa terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WUITA. Data korban disampaikan Kantor SAR Maumere pada malam hari, dengan pembaruan hingga pukul 18.30 WITA.
  • Why?
    Pencarian dan pertolongan dilakukan karena gempa mengakibatkan korban meninggal, luka berat, serta warga yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.
  • How?
    Tim SAR gabungan mengerahkan seluruh personel dan sarana, termasuk KN SAR Puntadewa serta potensi SAR se-Flores. Pencarian memprioritaskan korban tertimbun dan evakuasi warga ke lokasi aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar mengguncang Nagekeo, NTT, pada pagi hari. Gempa ini membuat 40 orang meninggal dan 50 orang luka berat. Tim SAR, polisi, tentara, dan banyak petugas lain mencari warga yang tertimbun bangunan. Mereka juga membawa warga ke tempat yang aman. Pencarian masih terus dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Kantor SAR Maumere mencatat, hingga pukul 18.30 WITA, jumlah korban yang telah dievakuasi sebanyak 90 orang.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WUITA, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah NTT, dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, Sabtu malam (15/8/2026) menyebutkan dari 90 orang korban, sebanyak 40 orang meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka berat.

"Rekapitulasi korban sementara, meninggal dunia 40 orang, luka-luka/luka berat 50 orang. Total korban keseluruhan 90 orang," sebut Fathur.

1. Kerahkan KN SAR Puntadewa optimalkan pencarian

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman. (dok. Istimewa)

Fathur mengatakan seluruh personel dan sarana yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Pihaknya juga mengerahkan potensi SAR di seluruh Flores serta mengerahkan KN SAR Puntadewa.

"Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," jelas Fathur.

2. Terjunkan 281 personel gabungan lakukan pencarian dan pertolongan

Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Dia menambahkan, pendataan korban masih terus dilakukan dan dikoordinasikan dengan BPBD setempat. Sementara itu, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

Sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban gempa. Ratusan personel itu berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, Pemerintah Daerah, serta potensi SAR lainnya.

3. Korban tertimbun jadi prioritas pencarian

Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Ratusan personel gabungan tersebut ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban. Hingga saat ini, kata dia, operasi SAR masih berlangsung.

Saat ini, proses pencarian diprioritaskan terhadap korban yang tertimbun reruntuhan bangunan. "Tim SAR Gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun serta evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang aman," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article