Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menemukan masih banyak data warga miskin yang tidak akurat. Temuan tersebut diperoleh saat ia turun langsung meninjau kondisi masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang dan Pulau Sumba.
Dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026), Melki mengatakan ketidaksesuaian data membuat sejumlah warga yang seharusnya berhak menerima bantuan pemerintah justru tidak mendapatkan layanan yang semestinya.
Bantuan yang dimaksud meliputi bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga program rumah layak huni.
"Ada warga yang sebenarnya sangat miskin tetapi masuk kategori masyarakat mampu karena kesalahan data. Ada juga yang terkendala administrasi kependudukan, seperti belum melakukan pindah domisili sehingga belum tercatat di wilayah tempat tinggal yang baru," ujar Melki.
