Singgung Korupsi BGN, Gibran Sebut MBG Bisa Dikelola Orangtua Murid

- Gibran menegaskan evaluasi program Makanan Bergizi Gratis dilakukan setelah kasus korupsi di Badan Gizi Nasional, agar tata kelola lebih transparan dan akuntabel.
- Ia membuka peluang bagi orang tua murid, kantin sekolah, hingga UMKM lokal untuk ikut mengelola program MBG demi peningkatan kualitas dan keberlanjutan program.
- Dalam kunjungannya ke Ende, Gibran menerima aspirasi orang tua murid yang meminta perhatian pemerintah terhadap fasilitas sekolah seperti pagar, mess guru, dan kesejahteraan tenaga honorer.
Kupang, IDN Times - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka membenarkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang dievaluasi menyusul terungkapnya kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, hasil evaluasi tersebut ke depan dapat membuka peluang bagi orangtua murid untuk ikut terlibat sebagai pengelola program MBG.
Pernyataan itu disampaikan Gibran saat berkunjung ke Ende pada Kamis (18/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa program nasional seperti MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus dijalankan secara serius dan tidak boleh dikelola secara asal-asalan.
1. MBG masih berlanjut

Gibran menyampaikan ini saat menjawab media usai meninjau SDN Wolomoni yang rusak akibat aktivitas pembangunan KDMP di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masa evaluasi tata kelola di BGN ini, sebut dia, dilakukan selama masa libur sekolah. Ia ingin tidak ada lagi kasus-kasus korupsi anggaran terkait program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini ke depannya. Menurutnya, program nasional tersebut akan berlanjut dengan beberapa perubahan karena dinantikan penerima manfaat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
"Tadi sudah saya sampaikan pada para guru orang tua murid bahwa MBG ini sangat dinanti dan bermanfaat di daerah 3T," kata dia.
2. Buka peluang orangtua hingga pihak kantin untuk terlibat

Dalam kesempatan yang sama ia menilai keterlibatan orangtua murid dalam program MBG menjadi peluang yang baik. Tidak saja itu, kantin sekolah hingga UMKM sekitar sekolah juga bisa dilibatkan. Ia menilai yang terpenting adalah masukan dari orang tua murid jadi prioritas terutama terhadap perbaikan menu ke depannya.
"Mungkin bisa melibatkan kantin sekolah, pesantren, gereja, SMK Tata Boga, ibu-ibu PKK, orangtua murid, semua bisa dilibatkan, terutama orang tua murid. Itu saya yakin ke depannya sangat baik karena adik-adik kita ini kan ada yang makannya banyak, sedikit," jelas dia.
3. Orangtua murid minta dibangunkan mess guru

Sebelumnya, dalam sesi diskusi dengan pihak sekolah ia menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wolomoni yang telah dibangun namun belum beroperasi.
"Kita diharapkan untuk menyukseskan program Bapak Presiden ini. Tentunya kami minta pemerintah daerah melalui Bapak Bupati untuk mengawal program ini," tegasnya.
Dalam sesi itu salah seorang perwakilan orangtua murid ingin adanya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar sekolah seperti pagar sekolah dan mess guru, serta kesejahteraan tenaga honorer.

















